KabarJakarta.com — Hujan deras bagi sebagian warga mungkin hanya berarti menunda perjalanan atau mencari tempat berteduh. Namun, bagi warga di sejumlah lingkungan di Jakarta Timur, hujan juga berarti bersiap menghadapi genangan yang muncul ketika saluran air tak lagi mampu menampung debit air.
Kondisi tersebut kini coba diatasi melalui revitalisasi saluran air di dua lokasi, yakni Jalan Blok Dukuh atau Rawa Kuda, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, dan Jalan Suhud, Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung.
Di Jalan Blok Dukuh, sebanyak 8 (delapan) personel Pasukan Biru dikerahkan untuk memperbaiki saluran sepanjang 140 meter. Pekerjaan ini merupakan tindak lanjut usulan warga yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Kepala Satuan Pelaksana Sumber Daya Air Kecamatan Ciracas, Yulia Indah, menjelaskan revitalisasi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas saluran sekaligus mengantisipasi genangan ketika musim hujan.
Masalah utama sebelumnya berada pada ukuran saluran yang terlalu kecil. Saluran eksisting hanya memiliki lebar dan kedalaman sekitar 15-20 sentimeter. Dengan ukuran tersebut, kemampuan saluran menampung air menjadi terbatas, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat konstruksi, petugas menggunakan beton U-ditch berukuran 40×40 sentimeter.
Pekerjaan dimulai sejak awal September 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu dua bulan. Hingga Jumat (25/9), progres revitalisasi telah mencapai sekitar 40 persen.
Bagi warga, pekerjaan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik. Saluran yang lebih besar diharapkan dapat mengurangi persoalan yang selama ini mereka hadapi setiap kali hujan turun.
Rizka Aulia Aminy (39), warga RT 13/10, membeberkan saluran sebelumnya terlalu sempit sehingga air kerap meluap hingga ke badan jalan. Genangan bahkan dapat mencapai ketinggian sekitar 30-40 sentimeter.
Kondisi itu cukup mengganggu aktivitas warga, termasuk anak-anak yang hendak pergi mengaji ke musala.
“Kadang anak-anak yang mau berangkat mengaji jadi terganggu. Akhirnya tidak mengaji karena ada genangan,” kata Rizka.
Persoalan serupa juga terjadi di Jalan Suhud, Kelurahan Munjul. Di lokasi ini, tujuh personel Satuan Pelaksana SDA Kecamatan Cipayung melakukan revitalisasi saluran sepanjang sekitar 85 meter.
Kepala Satuan Pelaksana SDA Kecamatan Cipayung, Dian Kartika, menjelaskan saluran lama hanya memiliki lebar sekitar 20-25 sentimeter. Ukuran tersebut dinilai tidak lagi memadai untuk menampung debit air, sehingga kapasitas saluran perlu ditingkatkan.
Revitalisasi menggunakan U-ditch berukuran 50 sentimeter. Pekerjaan dimulai pada 23 Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada September. Saat ini, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 30 persen.
Ketua RW 08 Kelurahan Munjul, Maidi Syahrial, mengungkapkan sebelum diperbaiki, saluran tersebut memang belum memadai. Ketika hujan turun, genangan sekitar 10-15 sentimeter kerap muncul di wilayah tersebut.
Karena itu, ia berharap saluran baru dapat bekerja lebih optimal dan mengurangi risiko genangan, terutama ketika hujan deras.
Dua pekerjaan tersebut memperlihatkan persoalan yang hampir sama: kapasitas saluran yang tidak sebanding dengan kebutuhan aliran air di lingkungan permukiman. Revitalisasi tidak hanya mengganti saluran lama, tetapi juga memperbesar dimensinya agar lebih mampu menampung dan mengalirkan air.
Bagi warga Cibubur dan Munjul, ukuran saluran yang lebih besar diharapkan membawa perubahan sederhana namun penting: air dapat mengalir lebih lancar dan jalan lingkungan tidak lagi mudah tergenang ketika hujan datang.
Harapan warga kini bertumpu pada penyelesaian pekerjaan sesuai target. Sebab, saluran yang lebih besar baru akan memberikan manfaat jika konstruksinya selesai dengan baik dan mampu berfungsi optimal saat musim hujan.






