Langsung ke konten
News

Saran Epidemiolog Agar Masyarakat Tidak Perlu Lagi Pakai Masker

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyebut masyarakat Indonesia bisa melepas masker seutuhnya. Tapi sebelumnya, pemerintah harus terlebih dulu membangun kemampuan literasi masyarakat soal protokol kesehatan.

“Pasti harapan besar masyarakat adalah lepas masker. Apakah itu bisa? Tentu bisa. Tapi dalam hal ini, khususnya pemerintah, harus terlebih dulu membangun kemampuan literasi sehingga masyarakat memiliki kemampuan secara mandiri untuk melakukan penilaian resiko kapan, dan di mana, dengan siapa dia bisa buka masker,” kata Dicky, Selasa (31/5/2022).

Dicky memberitahu, ada tiga proteksi yang perlu diperhatikan masyarakat jika ingin melepas masker total, yakni proteksi diri, proteksi keluarga, dan proteksi masyarakat.

“Proteksi diri itu artinya kita harus tahu status vaksinasi kita sudah dalam status proteksi atau tidak. Misalkan sudah vaksin dua dosis tapi sudah berjarak empat bulan, harusnya sudah booster,” jelasnya.

Kemudian proteksi keluarga yakni dengan cara menggunakan masker, meski sudah divaksin karena ada anggota keluarga yang belum bisa divaksin.

“Terakhir melindungi komunitas. Inilah yang artinya kita melakukan budaya memakai masker, artinya juga melindungi masyarakat umum terutama di indoor atau keramaian,” tutur Dicky.

Sementara itu, pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair) Laura Navila Yamani mengatakan saat ini kondisi pandemi di Tanah Air sudah terkendali. Masyarakat, jelas Laura, dirasa bisa melepas masker.

“Tetapi yang perlu diperhatikan ketika kondisi sakit dengan gejala terkait influenza harus tetap memakai masker dan juga untuk kelompok rentan dengan komorbid bisa menjaga kondisi kesehatannya. Pandemi terkendali bukan berarti penyakitnya hilang masih ada walaupun kasusnya sangat kecil,” ujar Laura.

Pendapat Menteri Kesehatan

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan terkait perkiraan masyarakat Indonesia apakah sudah bisa melepaskan masker sepenuhnya atau belum. Menurutnya, hal ini terkait pengelolaan diri pribadi masyarakat.

“Saya menekankan sekali lagi, ini sifatnya pandemi global, bukan pandemi di Indonesia saja. Kita bisa mengubah status pandemi menjadi endemi kalau sudah dikoordinasikan dengan WHO. Sekali lagi karena ini pandemi global, Indonesia tidak bisa mengambil keputusan sendiri mengenai sudah menjadi endemi,” jelas Budi.

Kata Budi, faktor yang paling menentukan pandemi menjadi endemi adalah kesadaran masyarakat. Masyarakat harus sudah mengetahui tentang protokol kesehatan (prokes) dan penanganan ketika sakit.

“Sehingga tidak ada pemaksaan dari pemerintah karena masyarakat sudah tahu sendiri dan itu sebenarnya adalah cara menjaga kesehatan yang paling baik, adalah diri kita sendiri menjaga kesehatan kita. Kalau itu disambungkan dengan masker sebenarnya secara gradual yang Bapak Presiden lakukan bukannya mengendurkan tetapi mendidik masyarakat untuk memakai pertimbangannya sendiri apakah mereka mereka merasa perlu pakai masker atau tidak,” pungkas Budi Gunadi.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua