Langsung ke konten
News

Sejumlah Elit Politik Jadi Panitia Balapan Formula E

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memasukkan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam susunan kepanitiaan ajang balapan Formula E.

Bamsoet, yang merupakan elit Partai Golkar ditempatkan pada posisi steering committee.

Selain Bamsoet, Anies mendaulat politisi Partai Nasdem Ahmad Sahroni sebagai Ketua Pelaksana (organizing committee).

Menanggapi itu, anggota DPRD DKI Johnny Simanjuntak menilai dengan dimasukkannya Bamsoet dan Ahmad Sahroni dalam kepanitiaan Formula E 2022 di Jakarta sebagai tanda Anies tidak memiliki kepercayaan diri.

“Kelihatan sekali dia mendekatkan diri kepada tokoh-tokoh politik. Ini bukti bahwa dia tidak percaya diri, sehingga butuh dukungan politik,” kata Johnny, Jumat (26/11/2021).

Padahal di awal menggembar-gemborkan rencana penyelenggaraan Formula E, kata Johnny, Anies terlihat seperti sangat percaya diri dan memilih berjalan sendiri.

“Penetapan Monas sebagai lokasi sirkuit di tahun 2020 lalu sebagai tanda Anies saat itu sangat percaya diri. Dia bahkan tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengan pemerintah pusat terkait lokasi ajang balap mobil listrik itu,” tuturnya.

Namun, setelah ada penolakan dari pemerintah pusat, Monas dibatalkan jadi lokasi sirkuit Formula E Anies mulai kelimpungan.

Bahkan tanpa tendeng aling-aling Johnny menuding event Formula E sengaja digunakan Anies untuk mengatrol namanya.

“Ini proyek politis yang diyakini dia bisa mengangkat namanya,” pungkas Johnny Simanjuntak.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua