Langsung ke konten
News

Sekolah di Jakarta Jakarta Terapkan PTM 100% dengan Prokes Ketat

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Penerapan Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di sekolah-sekolah Jakarta yang dimulai Senin (3/1/2022), dijalankan dengan penerapan protokol (prokes) kesehatan yang ketat.

Salah satu sekolah yang masih ketat menerapkan prokes pembatasan sebagai upaya untuk pencegahan penyebaran covid-19 adalah SDN 17 Cempaka Putih yang berlokasi di Jalan Cempaka Putih Barat XIV No.15, RT 03 RW 07, Cempaka Putih Barat, Kecamatan Cempaka Putih, Kota Jakarta Pusat.

Hal ini terlihat dari penggunaa masker oleh para murid, penerapan jarak antara satu meja  dengan meja lainnya, serta disediakannya hand sanitizer di dalam ruangan kelas.

Kepala Suku Dinas Wilayah Pendidikan II Jakarta Pusat Uripasih yang melalukan peninjauan langsung kegiatan belajar mengajar menerangkan hasil tinjauan kali ini menyatakan  bahwa di semua kelas telah menerapkan protokol kesehatan.

“Ini hari pertama saya keliling untuk melihat pelajar dalam PTM prokesnya seperti apa. Prokes harus tetap berjalan selama pandemi Covid-19 dan semua murid juga sudah patuh dengan prokesnya masing-masing,” Kata Uripasih.

Hal lain yang dipastikan, kata Uripasih, adalah tidak munculnya kerumunan akibat para orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah. Sebab, sekolah juga menerapkan kebijakan agar para orang tua diimbau tidak menunggui anaknya, melainkan langsung pulang ke rumah agar tidak terjadi kerumunan.

Kelapa Sekolah SDN 17 Cempaka Putih, Sanusin saat dikonfirmasi KabarJakarta.com mengatakan bahwa hari ini sekolahnya mulai memberlakukan PTM 100 persen, dengan jumlah siswa sebanyak 560 anak didik.

Kata Sanusi lagi, pemberlakuan dua sesi pembelajaran PTM juga diterapkan guna tidak terjadi kerumunan anak didik di sekolah.

“Untuk kelas 1, 2, 5 dan 6 kita jadwalkan di sesi pertama pada jam masuknya pukul 06.30 WIB sampai jam 08.30 WIB. Sedangkan pelajar kelas 3 dan 4 mulai belajar pukul 09.00 WIB sampai dengan 10.30 WIB,” terangnya.

Meisilla, 10 tahun, salah satu siswa kelas 4 menyatakan senang bisa bertemu kembali dengan teman-teman dan guru-gurunya. Kata dia, saat di dalam kelas dirinya tetap menggunakan masker, dan tidak diperbolehkan bertukar alat tulis dengan teman sekelas.

“Senang sudah bisa masuk sekolah lagi hari ini, kalau (belajar) di rumah terus bosan. Kalau di sekolah bisa bertemu dengan teman-teman dan ibu guru. Saya juga diingatkan sama orang tua untuk tetap mencuci tangan dan menggunakan masker karena saat ini masih ada Covid-19.  Saya sudah vaksin bulan kemarin, nanti vaksin kedua di akhir Januari,” ucapnya dengan nada polos. (Gery)

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua