Langsung ke konten
News

Seorang Bayi di Depok Terpapar Vivrus Covid-19

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Penyebaran virus Covid-19 di Kota Depok, Jawa Barat semakin masif. Tak hanya orang dewasa saja, tapi juga anak-anak di bawah umur terkonfirmasi positif Covid-19, salah satunya adalah bayi.

Wali Kota Depok Moh Idris mengatakankasus positif (positivity rate) Covid-19 di Kota Depok pada periode 17-23 Januari 2022 tercatat 4,35 persen. angka tersebut melonjak menjadi 12,63 persen pada periode 24-30 Januari 2022.

“Data positivity rate mengalami tren peningkatan, Kamis (3/2/2022).

Diungkapkan Idris, infeksi Covid-19 tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, tetapi juga dialami bayi dan anak-anak.

Direktur Utama RSUD Kota Depok Devi Mayori mengatakan, saat ini ada 19 pasien positif Covid-19 yang dirawat, satu di antaranya adalah bayi. “Bayi itu dirawat sejak Selasa (1/2) kemarin,” ungkap Devi.

Namun, dia belum bisa memastikan varian Covid-19 apa yang menginfeksi bayi tersebut. Menurut dia, RSUD Depok masih menunggu hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mengetahui varian Covid-19 yang mengingfeksi bayi tersebut.

“Belum diketahui varian apa.ami sedang mengirim WGS test-nya ke laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Provinsi,” tuturnya.

Devi mengimbau masyarakat jangan lengah menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam mencegah penyebnaran virus Covid-19. Apalagi, varian Omicron lebih cepat menular.

“Masyarakat diimbau tetap perhatikan dan terapkan prokes. Jangan lengah, karena Covid-19 yang sekarang, varian Omicron, lebih cepat menular dibandingkan varian lainnya terdahulu,” ucap Devi.

Selain seorang bayi, kasus kasus positif Covid-19 juga ditemukan di satuan pendidikan jenjang Taman Kanak-kanak (TK).

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, TK yang salah satu siswanya terkonfirmasi positif Covid-19 sekarang ini telah menghentikan penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen untuk sementara.

Ia khawatir jika tidak menghentikan kegiatan PTM, anak-anak di TK tersebut akan berisiko terpapar virus Covid-19, apalagi mayoritas belum divaksin karena belum memenuhi persyaratan.

Dadang menyebutkan, salah satu faktor yang sulit dikontrol saat PTM 100 persen adalah protokol menjaga jarak antar siswa.

“Biasanya kapasitas kelas diisi oleh 32 sampai 38 didik, sehingga sulit untuk mengatur jarak atau menerapkan social distancing,” jelas Dadang.

Diketahui, kasus Covid-19 di TK tersebut berawal dari guru yang terkonfirmasi positif, dan menularkan kepada anak-anak didiknya.

Lanjut Dadang, saat ini tercatat ada 33 sekolah di Kota Depok yang menghentikan sementara PTM 100 persen. sekolah-sekolah tersebut terdiri dari 17 tingkat SMA, 3 tingkat SMP, dan 13 Sekolah Dasar (SD).

Dadang menyebutkan, pihaknya telah menemukan 239 kasus positif Covid-19 di lingkungan sekolah.

Penularan virus tersebut terjadi pada peserta didik dan tenaga pendidik atau guru.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua