Langsung ke konten
News

Serang Anies, Borok Giring Dibongkar ke Publik

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Beberapa hari terakhir ini video Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha di acara puncak HUT ke-7 partai tersebut, Rabu (22/12), lalu viral di media sosial. Pada video tersebut, eks vokalis band Nidji ini terkesan menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam pidatonya di acara peringatan HUT ke-7 PSI, Giring mengatakan, kemajuan Indonesia akan terancam jika kelak yang menggantikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden RI adalah sosok yang punya rekam jejak menggunakan isu SARA dan menghalalkan segala cara untuk menang dalam Pilkada.

Selain itu, ia mengatakan, masa depan Indonesia akan menjadi suram jika dipimpin oleh seorang pembohong.

Ia lalu memberikan ciri-ciri orang yang dimaksud, yaitu pernah diberhentikan dalam kabinet Jokowi.

“Indonesia akan suram jika (presiden) yang terpilih kelak adalah seorang pembohong, dan juga pernah dipecat oleh Pak Jokowi karena tidak becus kerjanya,” ucap Giring.

Giring menegaska,,, PSI tidak akan mendukung sosok yang dimaksud itu. Katanya, PSI akan menjadi oposisi jika orang yang dimaksud itu terpilih menjadi Presiden RI menggantikan Jokowi pada tahun 2024.

“PSI menarik garis tegas, tidak berkompromi dengan orang yang menghalalkan segala cara, termasuk dengan memperalat agama, main mata, bergandengan tangan dengan kelompok intoleran, menggunakan ayat untuk menjatuhkan lawan politik,” ujar Giring.

Diserang warganet

Akibat ucapannya itu, Giring Ganesha menjadi bulan-bulanan warganet di media sosial. Sebuah unggahan akun Twitter @enggalpamukty menampilkan status pendidikan Giring di Universitas Paramadina.

Unggahan tersebut menunjukkan bahwa Giring Ganesha Dumaryo alias Giring sempat menempuh pendidikan di Uiversitas Paramadina. Ia mengambil S1 jurusan Hubungan Internasional.

Pada gambar tangkapan layar website pddikti.kemendikbud menyebutkan status Giring adalah mahasiswa pindahan. Namun belakangan ia dikeluarkan dari Universitas Paramadina.

Sementara pada kolom komentar, seorang warganet dengan akun @d2patriardi menunjukkan profil Anies Baswedan di laman yang sama.

Disebutkan, Anies juga tercatat di program studi dan universitas yang sama dengan Giring. Bedanya, Anies sebagai Lektor dan dosen tetap di Universitas Paramadina.

“Mungkin Si Giring dendam,” tulis @d2patriardi mengacu pada hubungan Giring dan Anies Baswedan.

Cuitan itu direspon oleh warganet lainnya. “Oh pantesan ya Giring dendam banget sama Anies,” ucap warganet yang lain.

Tak mau ketinggalan, beberapa warganet lainnya memberikan komentar. “Oh gegara ini jadi sering bilang Pak Anies pembohong”, dan “Biasanya kelakuan berbanding lurus dengan masalah di kampus”. “Lah ini bocah kayaknya dendamnya udah lama, sejak jadi mahasiswa,” kata warganet lainnya menimpali.

Namun, masih ada warganet yang membela Giring. “Noral, Giring mau S1 atau drop out enggak perlu dijadikan hinaan. Bu Susi enggak kuliah juga bisa jadi menteri hebat,” tulis warganet itu.

Pembelaan terhadap Giring lainnya yaitu, “Memang Giring ini sudah mengakui kapasitasnya kurang, tapi ngapain juga kita mengulik privasi akademiknya. Tidak elok kita buka kegagalan proses akademik seseorang”.

Sebagai informasi, Giring terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Paramadina pada tahun 2004 hingga dinyatakan drop out pada tahun 2011. Sementara Anies Baswedan mulai mengajar di kampus tersebut tahun 2007.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua