Langsung ke konten
News

Sering Kecelakaan, Perombakan Direksi TransJakarta Belum Jadi Prioritas Pemprov DKI

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Perombakan Direksi PT TransJakarta disebut belum menjadi prioritas Pemprov DKI pasca kerap terjadinya kecelakaan yang melibatkan bus milik BUMD DKI tersebut belakangan ini.

Kepala Badan Pembinaan (BP) BUMD DKI Riyadi mengatakan itu. “Jangan ke situ (perombakan direksi) dulu dong,” kata Riyadi, Sabtu (4/12/2021).

Riyadi menjelaskan, pihaknya belum bisa menyimpulkan siapa yang salah dalam peristiwa kecelakaan yang kerap menimpa bus TransJakarta.

“Kita belum bisa menyatakan ini salah siapa, kesalahan teknis atau kesalahan manusia. Kita belum tahu itu, tidak bisa langsung seperti itu,” tuturnya.

Saat ini, ungkap Riyadi, akan dilakukan audit secara menyeluruh oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), bekerja sama dengan PT TransJakarta.

“KNKT yang punya kompetensi untuk mengecek sejauh mana keselamatan transportasi. Nanti akan dicek semuanya,” jelas Riyadi.

Ia hanya memastikan, tidak ada satupun orang dari pihak manajemen PT TransJakarta menginginkan terjadinya kecelakaan.

Sebelumnya, Riyadi mengatakan, ditemukan indikasi adanya direksi TransJakarta tidak melaksanakan tanggung jawabnya secara optimal terkait rentetan peristiwa kecelakaan armada mereka.

“Ada indikasi ada direksi yang tidak melaksanakan tugasnya secara optimal,” kata Riyadi, Jumat (3/12).

Namun, dia tidak menyebutkan direktur bagian apa yang diindikasi tidak menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya. “Sedang kita dalami,” terangnya.

31 orang luka-luka, 2 tewas

Dalam dalam kurun waktu 40 hari, bus TransJakarta kerap bermasalah. Sedikitnya lima kai TransJakarta mengalami kecelakaan di waktu yang sangat singkat tersebut.

Kecelakaan pertama terjadi pada 25 Oktober 2021di Hate Cawang-Ciliwung, Jakarta Timur, dan merupakan yang terparah dari sekian kecelakaan yang terjadi.

Dalam peristiwa ini 30 penumpang menderita luka-luka, mulai dari luka ringan hingga luka berat, bahkan ada yang harus menjalani operasi.

Tak hanya koban luka-luka, pada peristiwa kecelakaan antara bus TransJakarta dengan TransJakarta itu juga meminta korban dua orang tewas, satu di antaranya merupakan supir bis TransJakarta.

Dari hasil pengusutan Polda Metro Jaya, kecelakaan disebabkan penyakit epilepsi yang diderita salah satu sopir bus TransJakarta.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yougo menjelaskan, kecepatan bus TransJakarta yang dikendarai supir berinisal J tak berkurang saat mendekati halte. Diduga, saat itu epilepsi J kambuh sehingga tidak bisa mengendalikan pedal gas dan rem.

“Hasil pemeriksaan dari pihak kedokteran kepolisian dan juga laboratorium forensik, sopir pengemui bus TransJakarta bernomor polisi B 7749 TK ini punya riwayat penyakit epilepsi,” terang Sambodo.

Empat hari kemudian, tepatnya29 Oktober 2021 pagi, bus TransJakarta kembali mengalami kecelakaan. Bus bernomor polisi B 7719 TGR menabrak beton separator sisi kanan jalan. Kecelakaan tunggal tersebut disebabkan oleh supir yang diduga mengantuk saat berkendara.

“Kejadiannya sekitar pukul 04.00 WIB. Pengakuan pengemudi itu dia ngantuk, jadi nabrak,” jelas angota Kepolisian bernama Aiptu Hartono.

Di tanggal 4 November 2021, bus TransJakarta kembali bermasalah. Kali ini perusahaan BUMD transportasi milik Pemprov DKI itu mengeluarkan kepulan asap putih dari bagian atas bus.

Kepala Public Relation PT TransJakarta saat itu, Iwa Samariansyah menjelaskan bahwa asap yang keluar dari atap berasal dari mesin AC bus.

“Karena sambungan vanbelt putus dan menimbulkan kepulan asap putih” kata Iwan.

Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa karena penumpang berhasil dievakuasi menggunakan bus TransJakarta lainnya.

Tak lama berselang, Kamis (2/12) kemarin, bus TransJakarta mengalami kecelakaan tunggal di persimpangan Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur, yaitu menabrak pos polisi

Dalam peristiwa tersebut menyebabkan satu orang petugas sterilisasi busway harus dirawta di RS Kramatjati karena mengalami luka serius.

Terbaru, Jumat (3/12/2021) sekitar pukul 12.00 WIB, bus TransJakarta B 7277 TGC menabrak separator di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Diduga peristiwa itu disebahkan karena supirnya tidak konsentrasi saat berkendara.

“Diduga supirnya kurang berhati-hati dan tidak konsentrasi dalam mengemudi sehingga terjadi kecelakaan. Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, juga tidak ada yang terluka,” kata Kasie Laka Lantas Polda Metro Jaya Kompol Eko Setio Budi.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua