Langsung ke konten
News

Siapa Haji Mangan, Pelopor Digelarnya Event Jakarta Fair

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair 2022 telah resmi dibuka pada Kamis (9/6) sore setelah dua tahun vakum akibat pandemi COVID-19. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan ini digelar di JIEXpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Jakarta Fair 2022 di hari biasa (Weekday), sudah bisa masuk pukul 15.30-22.00 WIB, sedangkan untuk akhir peakan (Weekend) dibuka pukul 10.00-22.00 WIB.

Langgengnya pesta tahunan ini tidak lepas dari gagasan Gubernur DKI Jakarta ke-7 Ali Sadikin yang kemudian dilimpahkan kepada Syamsudin Mangan yang lebih dikenal dengan panggilan akrab Haji Mangan.

Saat itu, Mangan belum beberapa lama menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jaya yang dibentuk pada Januari 1968.

Dalam buku biografi berjudul ‘Bang Ali, Demi Jakarta 1966-1977 yang ditulis oleh Ramadhan K.H (1992), Ali Sadikin menceritakan secara detail peran besar Haji Mangan dan KADIN Jaya untuk merealisasikan Pekan Raya Jakarta (PRJ).

Terlebih, Ali Sadikin sempat gagal membentuk wadah pekan raya di Jakarta pada tahun 1967.

Pada 24 Juli 1967, Ali Sadikin memanggil seluruh unsur pimpinan perusahaan swasta nasional, koperasi, serta perusahaan negara ke Taman Suropati Nomor 7, Jakarta Pusat. Alhasil, pertemuan itu berhasil membentuk panitia KADIN.

Akhir Oktober 1967 KADIN Jaya terbentuk dan mulai aktif 1968. Dari sinilah gagasan penyelenggaraan PRJ dilimpahkan kepada KADIN.

“Syamsudin Mangan segera berkiprah, dari sebuah padang rumput tak terawat di tanah lapang Merdeka, diubahnya sesuai pesan saya menjadi arena pekan raya berskala nasional,” kata Ali menceritakan di dalam biografinya.

Mengutip dari Berdasarkan Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Utara, sudinpusarjakut.jakarta.go.id, sebuah yayasan yang diberikan nama Yayasan Penyelenggara Pameran dan Pekan Raya Jakarta dibentuk sebagai badan pengelola PRJ.

Sesuai Peratuan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 1968 tersebut, tugas yayasan ini tidak hanya menyelenggarakan PRJ saja, tetapi juga sebagai penyelenggara Arena Promosi dan Hiburan Jakarta (APHJ) yang dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun.

Tutup Usia sebelum Pesta Dimulai

Gubernur ke-7 DKI Jakarta Ali Sadikin terkesan dengan kerja keras Ketua KADIN Jaya Syamsudin Mangan demi mewujudkan pekan raya di Jakarta. Ali Sadikin saat itu berharap PRJ bisa menjadi agenda tahunan bertepatan dengan HUT Jakarta. “Sayang, persis dua bulan sebelum penyelanggaraan PRJ pertama dibuka, Syamsudin Mangan mendadak tutup usia. Ia memang tak terlupakan,” kenang Ali dalam biografinya.

Sjamsuddin Mangan tutup usia pada 13 April 1968. Nama sosok berjasa itu kemudian diabadikan sebagai sebuah plaza di PRJ.

Tugas Sjamsuddin Mangan kemudian digantikan Usman Ismail. Pertama kalinya, PRJ berhasil digelar dan diikuti 160 peserta. “Kepada tokoh yang berjasa ini, saya sebagai Gubernur bersama DPRD DKI Jakarta memberikan penghormatan, menetapkan beliau sebagai warga kehormatan Ibu Kota DKI Jakarta,” ucap Ali waktu itu.

Dibuka oleh Soeharto

PRJ digelar pertama kali di Kawasan Monas tanggal 5 Juni hingga 20 Juli tahun 1968 dan dibuka oleh Presiden RI Kedua Soeharto dengan melepas merpati pos.

PRJ 1968 atau Djakarta Fair (DF) 1968 berlangsung mulus dan boleh dikatakan sukses. Perhelatan ini mampu menyedot pengunjung tidak kurang dari 1,4 juta orang. Acara yang digelar pun unik. Kala itu digelar pemilihan Ratu Waria. Yang ikut 160 lebih peserta dan boleh dikatakan cukup banyak kala itu. Adapun peserta PRJ saat itu terdiri dari pengusaha lokal dan asing, hingga pemerintah daerah dan lembaga resmi lainnya.

Sejak saat itu, Ali pun mengukuhkan kelembagaannya dengan Peraturan Daerah (Perda) sebulan setelah PRJ pertama digelar. Ali pun membentuk Yayasan Penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta sebagai badan penyelenggaraannya pada akhir 1968.

“Karena dengan panitia saja, tidak mungkin kami dapat mengelola dengan baik pekan raya yang cukup besar itu,” tutur Ali.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua