Langsung ke konten
News

Sindir Ketua DPRD DKI, Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI: Kerjanya Kok Cuma Interpelasi Formula E

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi ngotot menggelar rapat yang membahas interpelasi Formula E. ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Basri Baco meminta pimpinan dewan memikirkan rakyat daripada sibuk melakukan interpelasi.

“Saya sarankan pimpinan dewan pikirkan nasib rakyat Jakarta yang masih banyak di bawa garis kemiskinan, anggarin bantuan social (bansos) yang banyak buat bantu mereka dari pada sibuk ngurus interpelasi,” kata Basri Baco saat dihubungi KabarJakarta.com, Kamis (14/4/2022).

Menurutnya, butuh langkah konkret untuk membantu masyarakat. Bila pimpinan DPRD sibuk berkonflik, menurutnya, masyarakat tidak terurus.

“Perlu langkah-langkah konkret dewan dalam membantu masyarakat. Kalau pimpinannya sibuk ribut dan berkonflik, kasihan rakyatnya nggak keurus,” ujarnya.

“Mending bikin Pansus Pokir yang jelas-jelas melanggar undang-undang. Ada dalam undang-undang tapi tidak di laksanakan oleh Ketua Dewan. Itu lebih penting dari interpelasi yang terlalu mengada-ada,” sindirnya.

Basri Baco menilai saat ini masih banyak permasalahan masyarakat yang perlu diurus. Ia pun menyinggung wakil rakyat yang hanya memikirkan interpelasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi akan membuka lagi rapat membahas interpelasi Formula E. Hal ini menyusul hasil pemeriksaan Badan Kehormatan DPRD DKI yang menyatakan dirinya tidak melanggar kode etik terkait interpelasi Formula E.

Prasetio mengatakan hal itu setelah bertemu dengan Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono dan Sekretaris Fraksi PDIP Dwi Rio Sambodo. Dia mengatakan PDIP mendesak pimpinan DPRD segera menggelar rapat penjadwalan interpelasi Formula E.

“Pak Gembong dan Pak Dwi menanyakan kapan. Nah, di sini saya kan skors, pada saat itu saya skors dan saya akan agendakan di Bamus lagi untuk dilanjutkan. Saya akan cabut skors itu,” ujar Prasetio, Rabu (13/4).

Dia meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak berlebihan terhadap interpelasi itu.

“Kita punya fungsi seperti itu mempertanyakan hak kita, ada audit BPK loh, itulah terjadi interpelasi. Bukan sekonyong-konyong tiba-tiba ada interpelasi. Ini yang akan kita pertanyakan kepada Pak Gubernur dan beliau tidak boleh paranoid. Hadir dong,” pungkasnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua