Langsung ke konten
News

Singgung Nama Janda Rhoma Irama, Eks Pengacara Bharada Richard Dilaporkan ke Polisi

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Aliansi Aktivis Indonesia melaporkan mantan pengacara Bharada Richard Eliezer (RE), Deolipa Yumara, ke Polres Metro Jakarta Selatan. Deolipa dilaporkan dengan kasus dugaan penodaan agama.

Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/2089/IX/2022/RJS Tanggal 2 September 2022. Nama Pelapor dalam laporan itu tertulis Endang Sunandar alias Yonatan Nandar.

“Saya melaporkan Deolipa Yumara atas dugaan penyalahgunaan penodaan agama, ujaran kebencian yang bermuatan SARA sebagaimana diatur di dalam Pasal 156 a KUHP juncto Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU No 19 Tahun 2016 tentang Undang-undang ITE," kata Yonatan Nandar saat dihubungi, Sabtu (3/9).
kata dia, dugaan penodaan agama yang dilakukan Deolipa terkait chat Deolipa kepada Angel Lelga. Yonatan menegaskan, dirinya melaporkan Deolipa tidak untuk membela siapa pun, melainkan membela agamanya.

“Jadi begini kronologinya. Saya tidak membela siapa pun dalam hal ini. Saya sebagai seorang Muslim membela agama saya. Karena kenapa? Salah satu saudari saya, yaitu yang bernama Angel Lelga, dikatakan di dalam sebuah media yang mana dia (Deolipa) mengatakan begini, ‘Angel Lelga, bertobatlah, kembali ke Tuhanmu yang mula-mula, jangan khianati Tuhanmu’. Di dalam narasi yang lain bahkan disebutkan nama Tuhannya siapa,” tuturnya.

Dia menilai ucapan Deolipa yang meminta Angel Lelga bertobat dan kembali kepada ‘Tuhan yang mula-mula’ adalah sebuah penodaan. Dia menyebut ucapan itulah yang mendasari kelompok Aliansi Aktivis Indonesia melayangkan laporan tersebut. Angel Lelga, janda dari Raja Dangdut Rhoma Irama, adalah seorang mualaf.

“Kalau dia (Deolipa) mengatakan ‘bertobat dan kembali kepada Tuhanmu yang mula-mula’, berarti agama saya salah? Di situlah yang tadi kemudian diduga melakukan pasal-pasal yang sudah tadi saya sampaikan. Jadi itu permasalahannya, bukan yang lain,” jelas Yonatan.

Dalam laporannya, dia menyertai barang bukti berupa kaset CD berisi video Deolipa dan screenshot caption terkait dugaan penodaan agama tersebut. “Ini CD sama ada screen caption terkait pernyataan Deolipa di salah satu YouTube,” ucapnya.

Anggota Aliansi Aktivis Indonesia, Simbolon, mengatakan ucapan Deolipa kepada Angel Lelga yang diduga menodai agama itu bermula dari pesan dalam WhatsApp (WA). Menurutnya, tidak ada hubungan antara Tuhan dan perilaku mengkonsumsi minuman keras.

“Konten yang dilaporkan itu bermula dari WA yang membicarakan tentang sesembahan. Jadi poin dari pembicaraan itu adalah ajakan Deolipa kepada Angel Lelga, yang latar belakang tadinya beragama Kristen lalu mualaf menjadi Islam, dan kemudian Deolipa mengatakan kembali kepada sesembahan yang sebenarnya yang baik, begitu,” terang Simbolon.

“Jadi, kalau dikatakan ini tentang teguran terhadap perilaku minum-minum, itu bohong, dan itu tidak benar. Tidak ada hubungan minuman keras dengan sesembahan. Kemudian konten itu naik media dan itu dibenarkan oleh Deolipa. Belum ada satu bantahan dari Deolipa terkait chat itu, bahkan dia mengiyakan di beberapa televisi mengatakan dia memang mengatakan itu,” tuturnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua