Langsung ke konten
News

Sri Mulyani Ungkap Nasib Jakarta Setelah Tak Jadi Ibu Kota Negara

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani blak-blakan soal nasib Jakarta setelah tak lagi menyandang status Ibu Kota Negara (IKN) yang dipindahkan ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Katanya, pemindahan IKN akan dilakukan secara bertahap. Pembangunan awal IKN di Kalimantan Timur telah dimulai sejak Undang-undang tentang IKN disahkan oleh DPR RI pada 18 Januari 2022 lalu.

Lanjutnya, IKN nantinya akan diberi nama Nusantara dan menjadi pusat pemerintahan Indonesia.

Sri Mulyani menjelaskan, pemindahan IKN tidak lantas membuat Jakarta menjadi redup. Katanya, Jakarta akan tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang kuat bagi Indonesia.

“Jadi memikirkan Jakarta juga harus didesain ulang. Sehingga Jakarta juga akan tetap juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang kuat bagi Indonesia,” kata Sri Mulyani dalam Workshop Recycling and Management of State Assets, dikutip Minggu (11/12).

Sri Mulyani juga mengingatkan bahwa dalam proses pemindahan Ibu Kota, Jakarta perlu dilihat sebagai tempat yang selama ini tidak hanya di isi oleh gedung-gedung pemerintahan, tapi juga harus diperhatikan dampaknya.

“Ibu kota baru akan terus dikembangkan sekaligus memastikan bahwa Jakarta tidak kemudian ditinggalkan dan menjadi kurang berharga. karena mau tidak mau, lagi-lagi walaupun hari ini karena fokus Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mungkin lebih ke aset pemerintah. Namun pada dasarnya ketika berbicara tentang Jakarta, ini bukan hanya tentang gedung pemerintahan, tetapi aktivitas pemerintahan yang menarik banyak keterkaitan atau multiplier lainnya yang tidak boleh diremehkan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan alasan pemindahan IKN didasarkan atas pertimbangan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang telah berlangsung selama 77 tahun ke belakang masih menunjukkan ketimpangan antara di Pulau Jawa, spesifiknya Jakarta, dengan di luar Pulau Jawa.

“Pertama-tama memang perlu bagi negara, apalagi setelah 77 tahun merdeka dan melihat pengalaman pembangunan kita, memikirkan pekerjaan rumah untuk menciptakan pembangunan yang lebih merata. Membuat kolam baru pertumbuhan Indonesia di luar Pulau Jawa menjadi sangat penting,” ujarnya.

“Kita sudah melakukannya pada kepemimpinan Presiden Jokowi, membuka banyak infrastruktur, kebutuhan untuk membangun infrastruktur sebagai syarat yang diperlukan untuk merangsang pertumbuhan terutama di luar Jakarta dan Jawa sangat-sangat kritis. Jadi kami telah membangun infrastruktur yang cukup signifikan di luar Pulau Jawa, tetapi juga di dalam Pulau Jawa,” tambahnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua