Langsung ke konten
News

Survei Poltracking: Anies Unggul di DKI, Banten & Jabar, Ganjar Kuasai Jateng, Jatim & Jogja

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Elektabilitas eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menduduki posisi teratas sebagai bakal capres di tiga provinsi di Pulau Jawa. Temuan ini mengacu pada hasil survei Poltracking Indonesia yang dilakukan di lima wilayah di Pulau Jawa secara terpisah yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR menyebut Pulau Jawa merupakan kunci kemenangan Pilpres. Sebab, 57,4% pemilik suara sah pada pemilu 2024 mendatang berada di Pulau Jawa. Sementara di luar Pulau Jawa hanya 42,6%.

“Secara populasi itu pemilih menumpuk di Pulau Jawa,” kata Yuda dalam “Rilis Temuan 5 Survei Provinsi di Pulau Jawa: Jawa Penentu Kemenangan?” yang dikutip dari di YouTube Poltracking TV, Jumat (16/12/2022).

Menurutnya, berdasarkan Pilpres sebelumnya siapapun capres yang memenangkan suara di dua dari tiga provinsi di Pulau Jawa, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur akan menjadi pemenang.

Adapun temuan survei Poltracking menyatakan Anies unggul di tiga provinsi di Pulau Jawa yakni, DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Pada simulasi 20 nama bakal capres, di DKI Jakarta elektabilitas Anies mencapai 47,2%, menang telak dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan suara 23,9%, serta Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto 11,9%.

Sementara, dalam simulasi tiga bakal calon presiden, elektabilitas Anies mencapai 49,6%, Ganjar 27,5%, dan Prabowo 15,7%.

“Sementara bisa dilihat sebagai mantan Gubernur DKI Anies cukup kuat, dominan secara elektoral di Jakarta,” ujar Yuda.

Di Provinsi Banten, dalam simulasi 20 nama bakal capres, Anies juga menempati urutan pertama dengan elektabilitas 43,9%, Prabowo 27,7%, dan Ganjar Pranowo 12,9%.

Pada simulasi tiga nama bakal capres, Anies meraup 47,6% suara, Prabowo 28,5%, dan Ganjar 16,1%.

Di Provinsi Jawa Barat, Anies juga duduk di posisi teratas. Ia meraup 28,9% dari 20 nama bakal capres, diikuti Prabowo 23,1%, dan Ganjar Pranowo 12,3%.

Pada simulasi tiga nama bakal capres, elektabilitas Anies di Jawa Barat mencapai 36,3%, Prabowo 30,8%, dan Ganjar 18,7%.

Sementara itu, di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menang telak. Dari 20 nama bakal capres ia meraup 70,4% suara. Prabowo di urutan kedua dengan elektabilitas 9,8% dan Anies Baswedan hanya 6,6%.

Pada simulasi tiga nama bakal capres, Ganjar meraup 71,4 % suara di Jawa Tengah, Prabowo 10,8% dan Anies 9%.

Di Provinsi Jawa Timur, pada simulasi 20 nama, Ganjar menduduki posisi teratas dengan elektabilitas 34,4%, Prabowo 23,6%, dan Anies 15,9%.

Pada simulasi tiga nama bakal capres, Ganjar meraup 36,1% suara, Prabowo 25,5%, dan Anies 19,6%.

“Biasanya yang bisa memenangkan dua wilayah di antara tiga Jawa itu menjadi pemenang Pilpres, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat,” tuturnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data perbandingan Daftar Pemilih Tetap (DPT) antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa, Jawa Barat menjadi provinsi dengan persentase DPT tertinggi yakni 17,4%. Posisi berikutnya yaitu Jawa Timur dengan 16,2%, lalu Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dengan 16,1%. Sementara Banten 4,3%, dan DKI Jakarta 4,1%.

Survei ini dilakukan di lima provinsi dengan penghitungan secara terpisah. Dari setiap wilayah tersebut, Poltracking Indonesia mengambil 1.000 responden yang sudah memiliki hak pilih.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sekitar 3,1% dan tingkat kepercayaan 95%. Survei dilakukan dengan cara wawancara tatap muka dalam kurun waktu 26 November sampai dengan 2 Desember 2022.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua