KabarJakarta.com - Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat 554 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) sepanjang Januari hingga Agustus 2022. Kasus HIV terbanyak tercatat pada Agustus lalu.
Dikutip dari Antara, Minggu (18/9), rincian 554 kasus HIV sepanjang tahun ini adalah 65 kasus pada Januari, 69 kasus pada Februari, Maret ada 67 kasus, April 62 kasus, Mei 45 kasus, Juni 71 kasus, Juli 55 kasus, dan Agustus dengan 120 kasus.
Berdasarkan data, penderita HIV di Kota Bekasi didominasi warga berusia 25-49 tahun dengan 375 jiwa, kemudian rentang umur 20-24 tahun dengan 113 orang, lalu usia di atas 50 tahun dengan 44 kasus, dan 15-19 tahun dengan 14 kasus. Sementara 4 kasus usia di bawah empat tahun.
“Data kasus tahun ini ditemukan melalui hasil tes kepada warga berdomisili atau KTP Kota Bekasi maupun luar Bekasi yang tinggal di sini. 431 jiwa berjenis kelamin pria dan 123 wanita,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Tanti Rohilawati.
Pemkot Bekasi Bagi-bagikan Gratis Kondom
Untuk mencegah penularan HIV semakin masif di Kota Bekasi, Pemkot Bekasi membagikan kondom 16.560 kondom secara gratis.
“Penggunaan alat kontrasepsi (kondom) mampu mengurangi risiko penularan virus HIV hingga 95%,” kata Tanti Rohilawati, Sabtu (17/9) pekan kemarin.
Kondom tersebut diberikan kepada fasilitas kesehatan yang memiliki perawatan dan pengobatan HIV, di antaranya yang menerima adalah RSUD Cashbullah Abdul Madjid, RS Elisabeth, dan RS Ananda Bekasi.
“Kami juga membagikan kondom ke Puskesmas Perumnas II, Puskesmas Mustika Jaya, Puskesmas Karang Kitri, Puskesmas Pengasinan, Puskesmas Kali Abang Tengah, dan Puskesmas Jati Sampurna,” tambah Tanti.
Alat kontrasepsi itu selanjutkan akan didistribusikan kepada pasangan diskordan HIV sebagai pencegahan sekaligus memutus rantai penularan pada pasangan.
Untuk diketahui, pasangan diskordan adalah pasangan yang salah satunya terjangkit HIV. Saat dalam kondisi baik, mereka bisa melakukan hubungan seksual di masa subur.
Tanti menyebut penularan HIV tetap bisa terjadi meski menggunakan kondom. Penyebabnya tak lain kesalahan ketika menggunakan kondom, kebocoran pada kondom, serta penyimpanan kondom yang tidak tepat, seperti terkena sinar matahari secara langsung.
“Perlu diperhatikan pula terkait masa kadaluwarsa kondom karena biasanya menjadi penyebab kebocoran,” terangnya.
Selain itu, kata Tanti, Dinkes Kota Bekasi melakukan serangkaian upaya untuk mencegah penularan HIV. Selain membagikan kondom, Pemkot Bekasi juga melaksanakan agenda workshop serta skrining kelompok berisiko.
“Kami juga melakukan skrining dan edukasi terkait HIV setiap hari Minggu, saat pelaksanaan Car Free Day. Edukasi ini melibatkan aktivis ataupun pegiat HIV,” ungkap dia.