Langsung ke konten
News

Tak Cukup Bukti, Polisi Lepas 9 Orang Dengan Sangkaan Mafia Bola

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com--Polisi membebaskan sembilan orang yang sebelumnya ditangkap lantaran diduga melakukan pengaturan skor pertandingan tim Kalteng Putra melawan Persela Lamongan. Mereka dibebaskan karena selama proses pemeriksaan tidak menemukan dugaan adanya praktik kotor tersebut.

"Belum dapat dibuktikan maka para pihak yang telah dilaksanakan pemeriksaan dan klarifikasi dapat melanjutkan aktivitasnya kembali," ucap Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) Kombes Hendra Rochmawan saat dikonfirmasi, Rabu (30/10).

Hendra mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap internal klub sepak bola Kalteng Putra sebelum memutuskan membebaskan sembilan orang tersebut. Pun termasuk, pihak penyelenggara pertandingan.

"Melaksanakan kegiatan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap official klub Kalteng Putra dan penyelenggara pertandingan antara Kalteng Putra Vs Persela Lamongan," kata Hendra.

Kendati tidak ditemukan, kata Hendra, tim bergerak menangkap termasuk melakukan pemeriksaan berdasarkan adanya laporan masyarakat terkait dugaan tersebut. Satgas Antimafia Bola selain itu perlu memonitoring langsung pertandingan karena kedua klub berada di zona merah degradasi.

"Berdasarkan pemantauan Track Record perangkat yang memimpin pertandingan sepak bola bahwa dirasa perlu untuk Satgas Pusat Anti Mafia Bola bersama Satgas Wilayah Anti Mafia Bola Polda Kalteng untuk melaks giat monitoring langsung pelaksanaan pertandingan di Stadion Tuah Paho Kota Palangkaraya," ujar Anwar.

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola menangkap sembilan orang di Kalimantan Tengah. Sembilan orang yang ditangkap yakni Ikhsan Prasetya Jati (wasit), Muchlish (asisten wasit 1), Karnedi (asisten wasit 2), Dodi Setia P (wasit cadangan), Jerry Elly (inspektur wasit), Fani Adi Nugroho (komisi pertandingan), Khairul Fahmi (bendahara Kalteng Putra), Febri Agung (bendahara panpel), dan Hamzin (LO). Mereka diamankan lantaran diduga terlibat pengaturan skor di Liga 1 dalam laga pertandingan antara Kalteng Putra melawan Persela Lamongan.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua