Jakarta - Komunitas Rabu Hijrah kembali melaksanakan talkshow tentang kebangkitan ekonomi umat, hari ini, Minggu (17/5/2020) sore. Tema yang diangkat pada edisi ke-16 ini ialah "Wirausaha Muda sebagai Basis Awal Penguatan Ekonomi Umat".
Diskusi yang dilaksanakan via Zoom Meeting ini, mengundang narasumber utama yaitu KH. Masyhuril Khamis yang merupakan pengusaha yang juga merupakan Sekjen dari Organisasi Islam Al-Washliyah. Bertindak sebagai host ialah Sekjen PW HIMMAH DKI Jakarta Bahal Siregar, dan dihadiri lebih dari 20 peserta.
Masyuril Khamis dalam pemaparannya mengatakan anak muda muslim sekarang harus keluar dari zona nyamannya. Para anak muda baik remaja masjid maupun aktivis diharapan untuk memikirkan ajaran dalam Islam yang sangat dominan yakni perdagangan.
“Di dalam A-Quran ada surah yang terpanjang yaitu surah Al Baqarah kemudian dalam surah itu ada suatu ayat terpanjang yaitu ayat 282 yang berbicara soal ekonomi, bicara soal hitung-menghitung dan dari inti semuanya dari surah dan ayat terpanjang itu kita diajak untuk bicara angka-angka saksi yang jujur,” jelasnya.
Ia pun mencontohkan para sahabat nabi Muhammad SAW yang dijamin masuk surga, merupakan para pedagang. Di awal-awal penyebaran Islam para sahabat tetap berdagang sambil membantu perjuangan agama Islam sehingga memperoleh kemuliaan.
“Ada 10 sahabat rasul yang dijamin masuk surga, di antaranya Abu Bakar As Siddiq, Umar bin Khattab, ada Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam dan Abdurrahman Bin Auf. Delapan sahabat di antaranya adalah pedagang. Maknanya adalah para sahabat di zaman rasul mereka telah menghidupkan yang disebut dengan bisnis dan perdagangan, bahkan rasulullah dalam sebuah statement menyatakan ada dua hal yang harus dilakukan oleh umat Islam yaitu attijaroh perdagangan dan wasziroah yakni pertanian,” tambahnya.
Sebelum menutup paparannya, alumni fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara ini pun meminta kepada para peserta diskusi untuk bersinergi antar umat islam. Menurutnya umat Islam punya potensi yang sangat besar, hanya saja terkadang tidak saling percaya. Salah satu contoh di mana masih banyak pengurus masjid yang tidak memanfaatkan tabungan masjid untuk hal yang produktif demi membantu masyarakat.
“Satu contoh sebelum Khatib naik mimbar itu ada pengumuman uang masuk dan uang keluar kita sebagai jamaah dan panitia masjid akan merasa bangga kalau Masjid itu punya tabungan yang besar. yang paling memprihatinkan tabungan itu ditabung di tempat yang belum hijrah, padahal sesungguhnya modal yang ditabung oleh masjid itu berasal dari infaq dan modal yang bisa dijadikan sebagai upaya mendongkrak ekonomi minimal ekonomi di sekitar dimana Pemuda dan remaja tinggal,” pungkasnya.
Mempersatukan Pemuda
Di akhir talkshow founder Rabu Hijrah, Arief Rosyid menanggapi ajak tersebut. Ia mengajak para pemuda Islam untuk bersatu membangkitkan ekonomi umat. Menurutnya jika sinergitas antar institusi Islam dan para pemudanya disatukan maka akan menjadi kekuatan yang membawa pada kebaikan bagi bangsa dan agama.
“Hingga diskusi ke-16 Rabu HIjrah ini, kita sadar bahwa kekuatan dan potensi umat butuh “dijahit”. Sesungguhnya umat Islam dari berbagai latar belakang yang hadir pada diskursus kita sepakat untuk membangkitkan ekonomi umat,” jelasnya.
Ia pun mengharapkan diskusi-diskusi masalah keumatan oleh berbagai institusi di bulan puasa ini, bisa menjadi titik berangkat kebangkitan ekonomi apalagi tengah pandemi, masyarakat membutuhkan perhatian dan gebrakan khususnya dari pemuda Islam.
“Sebagai pemuda kita tidak boleh berpangku tangan. Kita mulai menjajaki muktamar pemuda Islam berikutnya sebagai salah satu ikhtiar mencari solusi umat, mohon doanya,” tutup Arief.