KabarJakarta.com -- Kondisi beberapa taman di DKI Jakarta sangat memprihatikan salah satunya Taman Waduk Pluit, Menyikapi hal itu, Pemprov DKI akan menggelontorkan dana pemeliharaan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemprov DKI berencana akan menganggarkan perbaikan dan pemeliharaan taman pada tahun 2022 mendatang.
"Nanti akan kita anggarkan pemeliharaannya kebersihannya, perapihan taman waduk dan lain-lain di tahun 2022," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/10).
Ia menjelaskan, sebelumnya Taman Waduk Pluit dikelola oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Namun kemudian dilimpahkan ke Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) dan Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI.
Namun proses penyerahan dari Jakpro ke Distamhut baru dilakukan pada 2020 silam sehingga anggaran perawatan belum disiapkan.
"Karena penyerahannya belum lama jadi belum dianggarkan untuk tahun ink," ujarnya.
Disinggung soal perseteruan Jakpro dengan warga terkait kepemilikan lahan yang kini dijadikan sebagai taman di Waduk Pluit, Riza Patria menegaskan bahwa masalah tersebut akan diselesaikan oleh Jakpro.
"Nanti itu biar Jakpro yang mengatur, jadi untuk masalah tanah sekali lagi di DKI Jakarta ini memang masalah yang cukup pelik dan kompleks. Ada yang masih sengketa, masih di pengadilan, ada juga surat-suratnya dipalsukan," ujarnya.
"Arahan saya terkait masalah-masalah tanah yang bersengketa agar dilakukan mediasi diselesaikan secara baik-baik ya, kalau tidak bisa ya silahkan menggunakan jalur hukum," tambahnya
Diketahui, dalam kasus ini Jakpro diminta segera menjalani eksekusi ganti rugi kepada warga atas lahan tanah senilai Rp120 miliar.
Taman Waduk Pluit yang berlokasi di Penjaringan, Jakarta Utara ini dibangun di era Joko Widodo (Jokowi) saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta tahun 2013. Kini, kondisi taman kota tersebut tidak terawat dan banyak mengalami kerusakan di beberapa bagian dan harus diperbaiki atau diganti beberapa seperti tempat sampah, lintasan pejalan kaki yang terbuat dari papan kayu sudah ada yang terlepas, alat-alat fitness sudah tidak lagi prima dan berkarat, hingga bangku taman sudah lapuk.