Langsung ke konten
News

Tanda-tanda Seseorang Terpapar virus Covid-19 Varian Omicron

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Covid-19 varian Omicron telah bertransmisi lokal di Indonesia, khususnya di Jakarta. Beberapa kasus Covid-19 yang teridentifikasi sebagai varian Omicron ditemukan dalam beberapa hari terakhir ini di Jakarta.

Diklaim, Omicron merupakan varian Covid-19 yang menyebar dengan sangat cepat dibandingkan varian lainnya. Ada beberapa tanda yang menunjukkan seseorang terinfeksi varian ini.

Ketua Kelompok Kerja Pinere Rumah Sakit Infeksi Paru (RSPI) Sulianto Sarono, Pompini Agustina Sitompul mengungkapkan adanya tanda hiperkoagulopati pada pasien Covid-19 varian Omicron yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso.

Dilansir dari hellosehat.com, hiperkoagulopati atau hiperkoagulasi adalah kondisi ketika darah dalam tubuh seseorang cenderung lebih mudah mengalami proses penggumpalan atau pembekuan darah.

Pompini mengatakan, tanda hiperkoagulopati tersebut terjadi pada pasien Covid-19 yang bahkan tak menunjukkan gejala.

“Ada beberapa kasus confirm yang memiliki komorbid dan kami melihat juga memiliki tanda hiperkoagulopati meskipun pasien ini merasa tanpa gejala. Itu yang harus diwaspadai," kata Pompini beberapa waktu lalu.

Di RSPI Sulianto Saroso, kata Pompini, dalam menangani kasus-kasus tersebut, pihaknya mengisolasi pasien dengan kasus probable, kasus terkonfirmasi tanpa gejala serta gejala ringan, dan kasus pasien yang sudah menjalani vaksin dua dosis.

“Apakah hiperkoagulopati itu terus berdampak pada infeksi paru, ginjal, ini yang kita harus waspadai,” ujar Pompini.

Dia memastikan, gejala kasus Covid-19 varian Omicron yang ada di RSPI Sulianti Saroso tidak jauh berbeda dengan kasus Covid-19 lainnya. Pasien tetap mengalami anosmia, hidung tersumbat, pilek, dan batuk.

“Hanya memang pasien dengan komorbid yang menjadi perhatian, pasien tersebut tanpa gejala tapi kami memiliki standar pemeriksaan ditemukan kondisi hiperkoagulopati,” terang dia.

Namun, soal apakah kondisi hiperkoagulopati tersebut terjadi akibat komorbid pasien, Pompini menyatakan bahwa pihaknya masih mempelajarinya.

Adapun pasien Covid-19 Omicron di RSPI Sulianti Saroso diisolasi terpisah dari pasien bukan pelaku perjalanan.

Kemudian, pihak RS memberikan multivitamin, dukungan psikologis, hingga rehabilitasi medik.

Langsung tracing

Beberapa waktu lalu, salah seorang penghuni di Apartemen Green Bay Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, dinyatakan positif terpapar virus Covid-19 varian Omicron pada 19 Desember 2021. Orang yang terpapar varian Omicron tersebut langsung dijemput petugas untuk dirawat di RSPI Sulianti Saroso.

Dari hasil tracing kontak erat, diketahui bahwa istri pasien tersebut ikut terpapar Covid-19, tapi belum dapat diketahui apakah juga terpapar jenis Omicron atau bukan.

Sebagai langkah antisipasi, istri pasien tersebut turut dibawa ke RSPI Sulianti Saroso untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan, tracing terhadap penghuni Apartemen Green Bay Pluit yang dinyatakan positif terpapar virus Covid-19 varian Omicron sudah dilakukan.

Menurutnya, tracing harus segera dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron. “Sudah dilakukan tracing, karena ini harus benar-benar dijaga supaya tidak terjadi penyebaran lokal,” ujar Ali, Kamis (30/12/2021).

Kata dia lagi, tracing terhadap kasus Covid-19 varian Omicron tersebut dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ada. Sebab, temuan kasus Covid-19 bukan hal yang baru terjadi sehingga apabila ditemukan kasus positif akan langsung dilakukan tracing.

“Kita masih dalam pandemi Covid-19, walaupun PPKM Level 1 tapi diingatkan bahwa ada varian baru, yaitu varian Omicron yang daya sebarnya sangat cepat,” tutunya.

Namun pada intinya, lanjut Ali, pihaknya mengingatkan agar masyarakat tetap taat protokol kesehatan (prokes).

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua