KabarJakarta.com - Pemprov DKI Jakarta telah memberlakukan tarif integrase untuk moda transportasi MRT, LRT, dan TransJakarta. Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas meminta agar pengguna tarif integrasi diprioritaskan, khususnya bagi warga Jakarta dari kalangan menengah ke bawah.
“Benar-benar terseleksi yang harus diprioritaskan, yaitu masyarakat Jakarta yang benar-benar kurang mampu,” kata Hasbiallah, Sabtu (12/8/2022).
Menurut dia, skala prioritas perlu ditetapkan karena subsidi transportasi umum dikucurkan melalui APBD DKI Jakarta. Hasbiallah menekankan, Pemprov DKI harus memastikan betul kebijakan ini dinikmati oleh warga Jakarta.
“Permintaan kita waktu rapat harus dipilah, ini kan uang warga Jakarta. Penambahan modal juga dari uang warga Jakarta,” ujarnya.
Dia juga meminta agar Pemprov DKI memaksimalkan promosi serta sosialisasi kepada masyarakat. Dia menilai pengguna layanan JakLingko masih sepi peminat.
“Mempromosikan itu harus dioptimalkan. Mempromosikan supaya bagaimana masyarakat itu sadar, mau naik moda transportasi dari Pemprov DKI ini. Kalau tidak ada sosialisasi yang maksimal, berapapun penambahan modalnya, akan terus seperti ini,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menerapkan tarif maksimum integrasi TransJakarta, MRT, dan LRT sebesar Rp10.000. Untuk pengguna layanan integrasi ini, penumpang wajib melakukan tap in dan tap out.
Biaya awal tarif integrasi ini akan dikenai Rp2.500. Selanjutnya dikenai tarif Rp250 per KM dengan waktu tempuh 180 menit.