Langsung ke konten
News

Tentang Sesar Baribis yang Berpotensi Menyebabkan Terjadinya Gempa di Jakarta

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut Sesar Baribis di selatan Jakarta terbukti aktif dengan estimasi laju geser mencapai sekitar 5 milimeter per tahun. Aktifnya Sesar Baribis ini berdasarkan peneliti Institut Teknik Bandung (ITB) dan ilmuwan dari dunia.

Studi tentang keaktifan Sesar Baribis ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Scientific Reports (Nature) dengan judul ‘Implications for fault locking south of Jakarta from an investigation of seismic activity along the Baribis fault, northwestern Java, Indonesia’. Penelitinya adalah S Widyantoro dari ITB dan P Supendi dari BMKG. Keduanya juga berkolaborasi dengan ilmuwan dunia lainnya.

S Widyantoro dan kawan-kawan dalam studinya tersebut mengungkap bahwa Sesar Baribis kemungkinan aktif. Sesar ini berada di barat laut Pulau Jawa.

“Penyebaran seismik lubang bor baru-baru ini yang dilakukan di sepanjang Sesar Baribis di barat laut Jawa mengungkapkan bahwa itu mungkin aktif,” tulisnya.

Berdasarkan studi GPS di wilayah selatan, tampak ada tingkat gelombang naik (kompresi) yang tinggi.

“Kami mengamati bahwa seismisitas di bagian timur patahan secara signifikan lebih tinggi daripada di barat, di mana studi GPS sebelumnya di wilayah selatan Jakarta menunjukkan adanya tingkat kompresi yang tinggi,” tuturnya.

Dari studi ini juga terungkap bahwa Sesar Baribis barat masih terkunci. Namun, Sesar ini rentan untuk daerah Jakarta Selatan dan sekitarnya. Daerah tersebut rentan terhadap bencana gempa bumi.

“Pengamatan ini menyiratkan bahwa Sesar Baribis barat terkunci, dan bahwa daerah sekitarnya, termasuk Jakarta Selatan dan sekitarnya, mungkin sangat rentan terhadap gempa bumi yang cukup besar di masa depan ketika akumulasi energi regangan elastis akhirnya dilepaskan selama patahan patahan,” ungkapnya.

Namun, hingga saat ini Sesar Baribis ini tidak masuk dalam peta potensi bahaya nasional. Studi ini mendorong agar peta potensi bahaya nasional ini dikaji kembali.

“Secara signifikan, peta potensi bahaya nasional Indonesia saat ini belum mempertimbangkan kegempaan di sepanjang Sesar Baribis. Oleh karena itu, hasil baru kami menyerukan penilaian ulang yang mendesak dari bahaya seismik di barat laut Jawa yang dengan hati-hati memperhitungkan Sesar Baribis dan potensi gempanya,” ungkapnya.

Respons BMKG

BMKG membenarkan Sesar Baribis di selatan Jakarta terbukti aktif dengan estimasi laju geser mencapai sekitar 5 milimeter per tahun.

“Selain itu keaktifan sesar ini didukung hasil monitor alat sensor seismograf BMKG di mana terdapat aktivitas gempa yang terpantau di jalur sesar, meskipun dalam magnitudo kecil 2,3 - 3,1,” kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.

BMKG mengapresiasi hasil kajian tentang aktifnya Sesar Baribis di selatan Jakarta. Menurut Daryono, jalur Sesar Baribis dan sekitarnya meliputi kota besar seperti Bogor, Bekasi, dan Jakarta yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 100 km.

Jalur sesar tersebut melintas di selatan Jakarta sebagai segmen Jakarta, disamping segmen yang berada di sebelah timur yang dapat disebut sebagai segmen Bekasi-Purwakarta. Sehingga, dapat dikatakan Jakarta bagian selatan rentan dilanda gempa bumi.

“Tentu saja, dengan keberadaan jalur sesar aktif ini maka berpotensi terjadi gempa. Jika mencermati data gempa hasil monitoring BMKG tampak segmen selatan Jakarta ini memang belum menunjukkan aktivitas gempa, tetapi hasil kajian menunjukkan adanya tingkat kompresi yang tinggi, yang diduga terkait dengan area yang terkunci. Ini yang patut diwaspadai,” kata dia.

Daryono mengatakan seluruh lapisan masyarakat perlu memahami keterampilan cara selamat saat terjadi gempa, perlu ada edukasi masif dan latihan evakuasi yang berkelanjutan, tidak saja untuk antisipasi gempa akibat Sesar Baribis tapi juga untuk antisipasi potensi gempa megathrust yang sumbernya jauh dan dapat berdampak hingga Jakarta.

Langkah Pemprov DKI Jakarta

Studi ini pun direspons oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia mengatakan akan mengecek Sesar Baribis itu. “Nanti akan saya cek kembali,” kata Anies, Sabtu (25/6).

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah mitigasi menghadapi ancaman gempa. Salah satunya yakni sosialisasi dan edukasi.

“BPBD Provinsi DKI akan melakukan sosialisasi, memberikan edukasi dalam rangka mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi tersebut untuk masyarakat,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta M Insyaf, Minggu (26/6/).

Insyaf mengatakan, mitigasi atau sosialisasi menghadapi bencana gempa bumi diajarkan melalui sekolah-sekolah hingga pemilik bangunan bertingkat di Jakarta. Mengingat, Jakarta masuk ke dalam lintasan Sesar Baribis bersama Purwakarta, Karawang, Bekasi, Tangerang, hingga Banten.

“Seperti yang sudah dilakukan BPBD dalam edukasi kegiatan gempa yaitu kegiatan sekolah/madrasah aman bencana dan sosialisasi kepada pemilik gedung bertingkat di DKI dan sebagainya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Insyaf, BPBD juga terus memantau peringatan dini gempa yang dipaparkan oleh BMKG. Nantinya, peringatan dini bakal diteruskan kepada warga Jakarta melalui media sosial milik BPBD.

“BPBD selalu memonitor juga peringatan dini gempa yang disampaikan oleh BMKG untuk disampaikan kembali melalui kanal-kanal media sosial BPBD, seperti website BPBD, Instagram, Twitter, Facebook, dan grup WhatsApp yang beranggotakan pemimpin wilayah dan Dinas Teknis,” ujarnya.

Tak hanya itu, Insyaf menyebut, BPBD DKI Jakarta telah menyiapkan call center yang beroperasi selama 24 jam.

“Apabila ada keadaan darurat dapat menghubungi call center 112 yang beroperasi 24 jam,” imbuhnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua