Langsung ke konten
News

Terungkap, Ternyata Setiap Tahun Harga Kedelai Selalu Naik

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Ternyata harga kedelai di Indonesia naik sudah biasa, setiap tahun selalu naik. Hal itu diungkapkan Sugimin, koordinator aksi unjuk rasa perajin tempe tahu Depok, Jawa Barat.

Sejumlah perajin tahu dan tempe di Depok, Jawa Barat menggelar aksi teatrikal, Senin (21/2/2022), menyikapi kenaikan harga kedelai. Aksi digelar dengan damai dan mematuhi aturan protokol kesehatan (prokes).

“Jadi aksi kita ini teatrikal, artinya supaya pesan ini sampai ke semua pihak. Jadi ini aksi damai,” kata Sugimin.

Sugimin menyebut, aksi ini dihadiri oleh perajin tahu dan tempe di seluruh Depok yang dimulai pukul 10.00 WIB di Sentra Produksi Tempe, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok.

Dia menyatakan, permasalahan kenaikan harga kedelai selalu terjadi setiap tahun secara bertahap. Karena hal itu, dia berharap tuntutan perajin tahu tempe dapat segera diatasi pemerintah.

“Dari tahun 2008 begini-begini saja. Setiap tuntutan kami dikembalikan ke Bulog, sama seperti beras seperti panjat pinang. Harus ada batasan, jangan sampai setiap hari naik,” ujar Sugimin.

Perajin Tahu dan Tempe di Pulau Jawa Mogok Produksi

Sebagai informasi, mulai hari ini hingga Rabu (23/2), para perajin tahu dan tempe di Pulau Jawa akan mogok produksi.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syaifuddin mengatakan, aksi mogok produk perajin tahu dan tempe di Pulau Jawa merupakan respon terhadap mahalnya harga kedelai di pasaran saat ini.

Dia mengungkapkan, awalnya hanya perajin di Jabodetabek dan Jawa Barat yang melakukan aksi mogok. Namun, secara sukarela perajin di Banten, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur menyatakan ikut aksi mogok tersebut.

Kata Aip, saat ini harga kedelai yang diperdagangkan di pasaran harganya di kisaran Rp11.000. “Dari harga sebelumnya Rp9.000 sekarang sudah Rp11.000,” ucapnya.

Oleh karena itu, perajin tahu dan tempe menuntut pemerintah untuk menstabilkan harga kedelai di pasaran. Apabila tuntutan itu terpenuhi, maka produksi tahu dan tempe akan kembali dilanjutkan.

Aip memastikan, aksi mogok ini tidak akan diikuti dengan aksi demonstrasi. Para perajin hanya melakukan mogok produksi, dan tidak berencana turun ke jalan. “Enggak mengganggu lalu lintas, enggak ada kerumunan,” ujar Aip.

Lebih jauh lagi dikatakannya, jika pemerintah tidak mengabulkan tuntutan stabilitas harga kedelai, maka mau tidak mau harga jual tahu dan tempe terpaksa naik.

Dia mengaku telah berkomunukasi dengan pemerintah. Dalam pembahasan itu, pemerintah mengisyaratkan dukungan kenaikan harga jual tahu dan tempe.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua