KabarJakarta.com -- Adhie Massardi, presidium dari Poros Nasional Pemberantasan Korupsi (PNPK) melaporkan sejumlah pejabat negara, salah satunya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Relawan Ganjar Untuk Rakyat (GUNTUR) menilai Adhie Massardi sedang mencari panggung politik.
“Dia (Adhie Massardi) itu sedang mencari panggung politik. Setelah sekian lama terpinggirkan, dia ingin eksis lagi, tapi enggak ada yang berminat dengan dia,” kata Ketua Umum GUNTUr, Teguh Eko P saat dihubungi melalui telepon, Jumat (7/1/2022).
Eko heran dengan cara yang dipilih oleh Adhie Massardi agar bisa eksis kembali di dunia politik. Menurutnya, cara yang digunakan itu seperti artis-artis ‘kacangan’.
“Artis kacangan itu kalau mau dikenal akan bikin setting-an, bikin kontroversial. Seakan-akan Mas Adhie seperti itu,” sindirnya.
Lebih mirisnya lagi, isu yang dilemparkan oleh Adhie Massardi sudah usang, dan proses hukumnya sudah selesai di KPK.
“Pelaku korupsi proyek e-KTP sudah diketahui dan ditetapkan secara hukum yang berkekuatan tetap (inkrah). Kita semua kan tahu siapa terpidana kasus korupsi itu, bukannya Pak Ganjar Pranowo,” tegasnya.
Eko pun menyarankan kepada Adhie Massardi untuk menggunakan cara yang elegan dan sesuai dengan kepatutan jika ingin eksis di kancah politik nasional kembali.
“Jangan jualan barang yang sudah usang dong, enggak laku dijual itu,” ucap Eko.
Eko berkeyakinan, isu recehan yang dilemparkan Adhie Massardi itu tidak akan mempengaruhi penilaian rakyat Indonesia terhadap sosok Ganjar Pranowo.
Namun, meski begitu, Eko mengapresiasi apa yang dilakukan Adhie Massardi sebagai upaya membersihkan Indonesia dari praktik korupsi. “Tapi, jangan asal nuduh ya,” pungkasnya.