Langsung ke konten
News

Tugu Monas Terlihat Kusam, Sudah Lama Enggak Dibersihkan

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Tugu Monumen Nasional (Monas) terlihat kusam, sudah lama tidak bersihkan. Meski begitu, Pemprov DKI Jakarta akan menganggarkan pembersihan Tugu Monas pada tahun 2023. Apa alasannya?

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan, selain butuh anggaran, semua program Pemprov DKI harus direncanakan terlebih dahulu.

“Jadi begini, semua program yang membutuhkan anggaran, membutuhkan perencanaan dan tahapan. Tidak serta merta langsung dilaksanakan jadi ada prosesnya. Kalau tidak, nanti masalah baru,” kata Riza Patria, kemarin.

Dia menjelaskan, dibutuhkan perencanaan matang untuk mengalokasikan anggaran pembersihan Tugu Monas. Hal ini diperlukan agar suatu program berjalan jelas sehingga tidak menjadi temuan BPK. Sekalipun, program itu tak bisa segera dieksekusi dalam waktu dekat.

“Tujuannya baik, tapi kalau caranya salah akan jadi temuan (kasus penyimpangan yang ditemukan oleh penegak hukum). Jadi teman-teman itu lebih hati-hati, tidak hanya sekadar mencapai suatu tujuan yang baik tapi juga harus menggunakan cara-cara yang baik,” tegasnya.

“Jadi intinya melalui proses yang baik, memang resikonya akhirnya tertunda. Tapi kan lebih baik tertunda daripada nanti menimbulkan masalah di kemudian hari,” lanjutnya menerangkan.

Sementara itu, Humas Unit Pengelola Kawasan Monas Nursamin mengatakan pihaknya melakukan bersih-bersih monas setiap hari. Kendati demikian, untuk pembersihan di luar, terutama dindingnya akan dianggarkan pada tahun 2023 mendatang.

“Yang jelas begini kesimpulannya. Menurut pimpinan itu (pembersihan dinding) sudah masuk dalam rapat pimpinan. Artinya, dilihat dari usia Monas sendiri, memang itu suatu keniscayaan, pasti,” kata Nursamin, Kamis (7/7).

“Hanya saja, tahun depan baru dianggarkan. Bukan kita mengabaikan,” terangnya lagi.

Nursamin menyebutkan, beberapa waktu lalu juga ada peninjauan patung dari Ketua Pusat Konservasi Cagar Budaya. Katanya, perawatan koleksi pelengkap itu juga masuk ke dalam pembahasan.

“Kita tidak membiarkan tapi perlu perencanaan. Karena enggak bisa asal bersih saja kan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Nur menjelaskan, bahwa membersihkan dinding luar diperlukan kehati-hatian yang tinggi. Karena, status Monas ini setara dengan Candi Borobudur.

“Kenapa perlu berhati-hati? Yang perlu masyarakat mesti paham, siapapun dia, Monas ini perlakuannya sedikit berbeda karena masuk dalam kategori bangunan cagar budaya,” jelas Nursamin.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua