Langsung ke konten
News

Tuntut Revisi UMP 2022, Buruh Duduki Kantor Gubernur Banten, Ini Kronologinya

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Kantor Gubernur Banten di Serang, Banten, diduduki ratusan buruh yang berdemonstrasi pada Rabu (22/12) kemarin. Para buruh menuntut revisi besaran kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Provinsi Banten tahun 2022.

Aksi pendudukan itu bermula ketika para buruh berdemonstrasi hingga menutup jalan di depan kantor Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemprov Banten (KP3B) Kota Serang. Peristiwa itu terjadi setelah jam kerja di lingkungan Pemprov Banten usai.

Menjelang malam hari, buruh berhasil gerbang dan portal, hingga masuk ke dalam ruang kerja Gubernur Banten, Wahidin Halim.

Saat itu, Staf Rumah Tangga Pemprov Banten, Purwadi, masih berada di kantornya. Kala itu buruh sudah berhasil merangsek ke ruang kerja Sekretariat Gubernur Banten.

Tak terlihat satupun petugas Satpol PP dan polisi yang mencoba menghentikan aksi para buruh tersebut.

“Begitu ada buruh masuk, saya merapat ke ruang kerja Sekretariat Gubernur. Buruh masuk dengan cara mendobrak pintu pertama, lalu saya ikut masuk. Begitu ikut masuk, saya diinterogasi,” kata Purwadi.

Lanjut Purwadi, ia mengaku karyawan bagian Biro Umum. “Saya bohong, padahal saya staf gubernur, tapi include-nya Biro Umum. Saya harus menyelamatkan diri,” tuturnya.

Nah, saat itu dirinya d-piting oleh beberapa buruh. Ia dipaksa menunjukkan ruang kerja Gubernur Banten, Wahidin.

“Begitu mau keluar, saya di-piting, disuruh menunjukkan tempat kerja Pak Gubernur,” ucap Purwadi.

Saat buruh masuk ke ruang kerja Wahidin, Purwadi langsung menyelamatkan diri dengan masuk ke kamar mandi.

Begitu sudah di dalam ruangan Gubernur Banten, satu per satu buruh melakukan aksi duduk di kursi kerja sang gubernur, bergaya layaknya seorang pimpinan. Momen itu diabadikan oleh peserta aksi menggunakan HP milik mereka.

Purwadi juga menyaksikan para buruh mengambil sejumlah makanan, seperti kue kering hingga air minum di ruang kerjanya Wahidin.

“Makanan di dalam kulkas diambil, kue kring, kacang-kacangan, dan air minum,” ungkapnya.

Meski begitu, lanjutnya, para buruh tidak mengambil selembar pun dokumen-dokumen yang ada di ruang tersebut.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua