KabarJakarta.com - Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi mengatakan pihaknya akan berdiskusi dengan Penjabat (Pj) Gubernur DKI, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, hingga Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan TSP terkait Halte Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang dianggap menghalangi Patung Selamat Datang. Dia menyebut akan membentuk panitia khusus (pansus) untuk membahas halte tersebut.
“Nanti bentuknya seperti pansus. Keberadaan halte itu membuat Patung Selamat Datang tidak terlihat, tertutup. Ini enggak boleh,” kata Prasetyo di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2022).
Dia menyebut pihaknya akan menelaah pembangunan Halte Bundaran HI tersebut lantaran menutupi Patung Selamat Datang dan Hotel Indonesia Kempinski yang berstatus Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB).
“Karena bukan apa-apa, apa pun ceritanya, Patung Selamat Datang HI, Kempinski adalah cagar budaya,” tegasnya.
JPO di Bundaran HI Pernah Dibongkar
Politisi PDIP ini menyinggung peristiwa pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Dukuh Atas pada tahun 2018. Dia menyebut, JPO itu dibongkar lantaran dianggap menghalangi pemandangan ke Patung Selamat Datang.
“Waktu itu pernah JPO yang Dukuh Atas menutupi. JPO itu lalu dibongkar. Ternyata sekarang ada yang lebih menutupi cagar budaya ini,” ujarnya.
Sebelumnya, sejarawan lulusan Universitas Indonesia (UI), JJ Rizal, memprotes pembangunan halte TransJakarta di Bundaran HI. Halte itu dianggapnya telah menutupi Patung Selamat Datang di Bundaran HI hingga Gedung Sarinah.
“Pak Gubernur Anies Baswedan, mohon stop pembangunan Halte Transjakarta Tosari-Bundaran HI yang merusak pandangan ke Patung Selamat Datang dan Henk Ngantung Fontein warisan Presiden Sukarno dengan Gubernur Henk Ngantung sebagai poros penanda perubahan ibu kota kolonial ke ibu kota nasional,” kata JJ Rizal dalam cuitan di akun Twitternya, Kamis (29/9).
Dia menjelaskan objek cagar budaya yang tertutup proyek halte TransJakarta yaitu Patung Selamat Datang dan air mancur yang bernama Henk Ngantung Fontein. Dua objek itu adalah karya Presiden RI Pertama, Soekarno, maestro patung Edhi Sunarso, dan Gubernur DKI Jakarta Henk Ngantung.
Patung Selamat Datang dibuat Edhi Sunarso untuk menyambut tamu-tamu kenegaraan di Bundaran Hotel Indonesia, tahun 1962, dalam rangka Asian Games IV yang digelar di Jakarta. Ide pembuatan patung berasal dari Soekarno dan rancangannya dikerjakan Henk Ngantung. Menurut JJ Rizal, Patung Selamat Datang punya arti penting.
“Patung Selamat Datang dengan Henk Ngantung Fontein penting bukan hanya karena karya Presiden Soekarno dan maestro Edhi Sunarso serta Gubernur Henk Ngantung, tapi juga simbol keramahan bangsa, semangat bersahabat melaksanakan ketertiban dunia berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan sosial,” papar JJ Rizal.