Langsung ke konten
News

Urai Kepadatan Kendaraan Saat Arus Balik Mudik Lebaran, Kapolri Usul Jabodetabek Terapkan WFH 1 Minggu

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengusulkan agar instansi pemerintah maupun swasta untuk menerapkan Work From Home (WFH) selama sepekan untuk mengurai terjadinya kepadatan kendaraan di masa arus balik mudik Lebaran 2022.

“Kita mengimbau untuk mengurai arus balik, khususnya bagi instansi-instansi baik pemerintah maupun swasta masih memungkinkan untuk satu minggu ini bisa melaksanakan dengan menggunakan media yang ada, seperti online atau Work From Home,” kata Listyo Sigit, Jumat (6/5/2022).

Dia berpendapat, dengan penerapan WFH selama sepekan, maka kekhawatiran terjadinya kepadatan kendaraan di saat masa arus balik mudik Lebaran dapat diminimalisir.

“Namun tidak mengganggu aktivitas di institusi atapun di kantor-kantor yang ada,” tuturnya.

Tanggapan DPR

Usulan Kapolri tersebut didukung anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Rahmad Handoyo. Ia pun meminta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) hingga Satgas COVID-19 menjadikan saran Kapolri tersebut sebuah keputusan secara nasional.

“Ini demi kebaikan bersama, kebaikan untuk semuanya,” kata Rahmad.

Menyinggung sejumlah langkah yang telah diambil pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan di masa arus balik mudik Lebaran, salah satunya dengan memperpanjang masa libur anak sekolah, dia mengapresiasinya. Namun, kata Rahmad, hal itu dirasa tidak cukup mengurai kemacetan.

“Apakah itu cukup? Saya kira belum, karena apa? Ingat, Lebaran tahun ini masyarakat begiru antusias, karena di tahun ketiga pandemi COVID-19 ini baru diperbolehkan mudik Lebaran. Saya kira maklum, sehinggga berpotensi terjadinya kemacetan yang parah. Ini mesti diperhitungkan,” ujarnya.

Tak hanya mengurai kemacetan saja, ia menilai saran Kapolri Listyo Sigit Prabowo tersebut juga berkaitan dengan kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia. Dia menilai, saran WFH ini bisa menghindari sejumlah risiko terjadinya peningkatan kasus COVID-19 pasca Lebaran 2022.

“Ketika terjadi kemacetan, tidak bergerak berjam-jam, ada dua risiko. Yang pasti kelelahan dan stres. Orang yang sakit, kecapekan, bisa kita atasi kalau ada suatu hal yang tidak diinginkan. Itu tujuannya juga dalam rangka keselamatan transportasi, keselamatan dari ancaman COVID-19, dan tentunya keselamatan bagi saudara-saudara kita yang begitu antusias mudik dan balik lagi ke Jakarta dan sekitarnya,” terang Rahmad.

“Saya kira langkah bijak yang diambil yaitu Satgas COVID-19, Kepolisian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud Ristek), dan Kemnaker ambil keputusan bersama agar untuk mengurai kemacetan bisa diterapkan pemberlakuan WFH selama sepekan ke depan,” tambahnya.

Dia kembali menegaskan, pernyataan Kapolri itu tidak cukup diartiskan sebatas saran, tapi harus dijadikan sebagai keputusan secara nasional, khususnya di Jabodetabek.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua