Langsung ke konten
News

Urusan Parpol, Kok Megawati dan Prabowo Gelar Pertemuan di Istana Negara

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto digelar di Istana Negara pada 17 November 2021. Hal itu diungkapkan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Namun, Hasto tidak menyebutkan secara rinci, apakah pertemuan itu dilakukan sebelum atau sesudah pelantikan Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI.

Ia hanya menyebutkan, pertemuan kedua petinggi partai itu berlangsung di sebuah ruangan VVIP dan berjalan dengan hangat.

“Pada saat saya mendampingi Ibu Megawati, saya lihat Pak Prabowo berjalan cepat menuju ke Ibu Mega. Lalu saya sampaikan ke Ibu, ada Pak Prabowo,” kata Hasto, Kamis (18/11).

Diberitahu itu, Megawati menunggu Prabowo, lalu bersalaman, menyapa dengan hangat dan berjalan beriringan masuk ke ruangan VVIP.

Menanggapi itu, politisi Partai Demokrat Andi A Mallarangeng mengingatkan agar pertemuan politik kepartaian sebaiknya tidak dilakukan di Istana Kepresidenan.

“Istana Negara maupun Istana Negara merupakan simbol Lembaga Kepresidenan. Oleh karena itu, sejak dahulu, tidak pernah digunakan untuk agenda politik kepartaian,” kata Andi Mallarangeng, Senin (22/11/2021).

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menegaskan, Istana Negara merupakan tempat Presiden RI berkantor dan melakukan aktivitas kenegaraan, sekaligus bisa menjadi tempat kediaman seorang presiden.

Menurut dia, jika presiden sekalipun ingin mengadakan pertemuan politik kepartaian, maka tidak boleh digelar di Istana Negara. “Biasanya dilakukan di Wisma Negara, yang berada di samping Istana Negara dan Istana Merdeka,” tuturnya.

Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Faldo Maldini berpendapat, tidak ada yag perlu dipermasalahkan dari pertemuan Megawai Soekarnoputri dan Prabowo Subianto tersebut.

“Saya kira tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Semua orang hadir di Istana Negara dengan kapasitas dan relevansinya,” ucap Faldo Maldini.

Kata lagi, siapa pun bisa ke Istana Negara jika diundang dan memiliki kapasitas. “Artis juga sering ke Istana, influencer juga, sampai peternak dan petani juga pernah masuk ke Istana. Jadi, tidak ada yang aneh dalam pertemuan itu,” jelasnya.

Menurut Faldo, Megawati adalah ketua partai politik dan tokoh senior yang dibutuhkan partisipasinya untuk pemerintahan. Sedangkan Prabowo Subianto adalah Menteri Pertahanan. “Tentu semuanya dalam kapasitas masing-masing,” ucap Faldo Maldini.

Kenapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ikut dalam pertemuan itu, Faldo menegaskan, sudah ada agenda masing-masing. Terlebih saat itu merupakan hari pelantikan Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI.

Meski begitu, kata Faldo, pembicaraan politik antara Megawati dan Prabowo merupakan hal yang wajar, karena keduanya merupakan politisi.

“Orang-orang politik bertemu, ya pasti bicarakan politik. Enggak ada ada yang aneh dalam pertemuan itu,” pungkasnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua