Langsung ke konten
News

Ustad Abdul Somad Dicekal Masuk Singapura, Kenapa?

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Ustad Abdul Somad (UAS) mengunggah foto dirinya sedang berada di dalam suatu ruangan dan mengaku dideportasi dari Singapura. Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo mengungkapkan bahwa UAS tidak dapat masuk ke Singapura karena dikenai Not to Land Notice.

Sebagai informasi, Not to Land Notice adalah peringatan tidak boleh mendarat yang dikeluarkan oleh pihak Immigration and Checkpoints Authority (ICA) Singapura. UAS tidak boleh masuk ke negara tetangga tersebut karena dianggap tidak memenuhi kriteria.

“Saya sudah minta penjelasan dari ICA. Dan jawabannya, ICA memang menetapkan not to land kepada UAS karena tidak memenuhi kriteria untuk eligible berkunjung ke Singapura,” kata Suryopratomo, Selasa (17/5/2022).

Namun, Suryo mengatakan bahwa ICA tak menjelaskan soal kriteria yang ditetapkan. ICA juga tak mengungkap apakah UAS masuk dalam daftar blacklist.

“ICA tidak mau menjelaskan kriteria yang mereka tetapkan. ICA juga tidak mau menjelaskan apakah UAS masuk blacklist mereka atau tidak. NTL umum dilakukan Imigrasi setiap negara,” jelasnya.

Sebelumnya, UAS mengunggah foto di akun Instagram resminya, @ustadzabdulsomad_official. UAS tampak menggunakan masker dan topi dalam ruangan itu.

Ada juga sebuah video yang diunggah UAS di dalam ruangan itu. Ruangan tersebut tampak berwarna putih dan terdapat besi di atasnya.

“UAS di ruang 1x2 meter seperti penjara di imigrasi, sebelum dideportasi dari Singapore,” tulis UAS.

UAS pun mengungkap kronologinya. Ia mengaku tak tahu alasan dideportasi Singapura.

“Info bahwa saya dideportasi dari imigrasi Singapura itu sahih, betul, bukan hoax,” kata UAS di kanal YouTube Hai Guys Official.

Dia mengatakan, dirinya berangkat ke Singapura bersama istri, anak, dan sahabatnya pada Senin (16/5). Menurut UAS, dirinya tiba di Pelabuhan Tanah Merah, Singapura, sekitar pukul 13.30 waktu setempat.

Katanya lagi, sahabat dan keluarga sahabatnya serta istri dan anaknya diizinkan masuk ke Singapura. UAS mengklaim semua berkas yang dibutuhkan untuk masuk ke Singapura sudah dibawa.

Dia menjelaskan, maksud kedatangan dirinya ke Singapura untuk berlibur. UAS mengaku tak mendapat penjelasan dari petugas Imigrasi Singapura mengapa tak boleh masuk ke Singapura.

“Dalam rangka liburan, ini kan hari libur. Kebetulan sahabat saya dekat rumahnya dari Singapura. Itulah yang mereka tak bisa menjelaskan, pegawai Imigrasi tak bisa menjelaskan, jadi yang bisa menjelaskan ambassador of Singapore in Jakarta, you have to explain to our community, why did your country, why did your government reject us? Why did your government deport us? Kenapa? Apakah karena teroris? Apakah karena ISIS? Apakah karena bawa narkoba? Itu mesti dijelaskan," ujarnya.

UAS mengatakan dirinya dibawa masuk ke ruang 1x2 meter setelah tak diizinkan lewat oleh Imigrasi. Dia mengatakan rombongannya berada di ruangan lain. Mereka kemudian meninggalkan Singapura sekitar pukul 16.30 waktu setempat.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua