Langsung ke konten
News

Ustad Yusuf Mansur Lagi ‘Bersahabat’ dengan Masalah, Digugat Karyawannya

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Ustad Yusuf Mansur sedang tertimpa banyak masalah. Dia digugat oleh banyak orang. Terbaru, dia diadukan oleh pegawai PT Verita Sentosa Internasional (Paytren) ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung, Jawa Barat.

Adua tersebut terkait urusan upah yang tidak diberikan kepada pegawai selama beberapa bulan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Disnaker Kota Bandung Arief Syaifudin membenarkan pengaduan itu.

“Ya betul. Kami mendapatkan surat aduan yang isinya mengadukan Yusuf Mansur dan perusahaannya ke Disnaker,” kata Arief, Rabu (27/4/2022).

Arief menjelaskan, Yusuf Mansur digugat pada Jumat (22/4) lalu. Gugatan tersebut didaftarkan oleh kuasa hukum para pegawai Paytren atas tunggakan hak upah pekerja.

“Gugatannya terkait hak upah. Yang mendaftarkan waktu itu kuasa hukum pegawai,” tuturnya.

Namun Arief mengaku belum bisa menjelaskan secara detail isi gugatan kepada Yusuf Mansur dan bisnis e-wallet paytren tersebut. Katanya, Disnaker berencana akan menggelar mediasi yang melibatkan kedua belah pihak.

“Nanti kita mediasikan. Sekarang ini saya belum berani menyampaikan apa isi laporannya, karena itu kewenangannya kuasa hukum. Jadi belum bisa saya sampaikan sekarang,” pungkasnya.

Ditagih Utang, Yusuf Mansur Bilang Goblok

Sebelumnya, rekaman percakapan telepon antara Yusuf Mansur dengan seorang perempuan yang menagih utang viral di media sosial. Dalam percakapan itu Yusuf Mansur sempat memaki perempuan itu dengan kalimat ‘goblok’.

Berikut percakapan Yusuf Mansur dengan perempuan sebagaimana terekam dalam unggahan Sudarso Arief Bakuama dalam kanal YouTube Thayyibah Channel yang dikutip KabarJakarta.com, Rabu (27/4/2022).

“Jangan begitu,” suara Yusuf Mansur pertama kali terdengar.

“Iya dong, habisnya sudah lama. Sudah tua, kasuhan paman aku. Aku punya paman itu kasihan,” ucap si perempuan tersebut.

“Kalau saya bayar, saya rugi,” jawab Yusuf Mansur dengan nada setengah meninggi.

“Rugi gimana, lu yang usaha kok rugi. Ayolah kita ketemu, kala enggak dibatalin aja jual belinya, masih kurang gitu. Pusing juga aku denger-denger berita tentang antum yang jelek-jelek itu,” timpal perempuan itu lagi.

“Jangan macam-macam Anda,” ancam Yusuf Mansur.

“Ya enggaklah, ngapain saya macam-macam. Bapak yang macam-macam. Sampai manapun. Udahlah pak, bayar aja. Uang segitu kan kecil buat Pak Yusuf Mansur. Udahlah bayar, bayar. Pay, pay, oke?” pinta perempuan itu.

“Saya bayar, saya bayar,” jawab Yusuf Mansur.

“Sudahlah kalau enggak, kita ke Singapur bertengkar aja dah. Oke,” desak perempuan itu.

“Terserah, pokoknya saya bayar,” kata Yusuf Mansur.

“Bayar ya bayar ya, satu minggu, one week, one week,” perempuan itu mendesak lagi.

“Kok bisa satu minggu, goblok bener,” Yusuf Mansur menjawabnya dengan nada tinggi.

“One week, one week, jangan janji-janji mulu. Lu ustad, jangan janji-janji mulu,” suara perempuan itu tidak mau kalah.

“Heh heh justru karena saya ustad makanya saya belain dia dari tempat itu,” jawab Yusuf Mansur.

“Yang penting dibayar, urusan selesai Pak ustad, kasihan paman aku,” pinta perempuan itu tidak menyerah.

“Geblek bener sih lu. Pokoknya saya bayar tapi enggak bisa satu minggu,” Yusuf Mansur menjawabnya dengan suara tinggi.

“Ustad enggak usah marah-marah, yang penting dibayar urusan selesai,” sahut si perempuan, dan percakapan pun terputus.

Sudarso mengaku belum mendapatkan penjelasan terperinci terkait utang piutang yang terjadi antara Yusuf Mansur dan paman perempuan itu.

“Perempuan tersebut meminta tidak disebutkan identitasnya. Dia mengatakan membantu pamannya menagih utang kepada Yusuf Mansur, tapi yang bersangkutan malah marah,” ujar Sudarso, Selasa (26/4).

Sudarso mengungkapkan, beberapa hari lalu dirinya mendapat telepon dari si perempuan. Perempuan itu mengabarkan dampak dari percakapan telepon yang direkamnya itu dirinya disomasi oleh Yusuf Mansur.

“Kemungkinan kasus ini akan berlanjut lebih jauh ke ranah hukum,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Yusuf Mansur belum memberikan klarifikasi.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua