Langsung ke konten
News

Waduk Cimanggis Diperkuat, Pengendali Banjir Sekaligus Ruang Publik Warga

Redaksi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air terus memperkuat infrastruktur pengendali banjir dan kawasan konservasi air. Foto: Pemkot Jaktim.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air terus memperkuat infrastruktur pengendali banjir dan kawasan konservasi air. Foto: Pemkot Jaktim.

KabarJakarta.com – Upaya mengendalikan banjir di Jakarta Timur tidak hanya bergantung pada pembangunan tanggul dan saluran air. Optimalisasi waduk sebagai tempat penampungan air menjadi bagian penting untuk memperbaiki tata air perkotaan. 

Salah satu upaya tersebut dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui peningkatan sistem pengaliran inlet outlet Waduk Cimanggis 1 dan 2 di Jalan Radar Auri, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas. Proyek yang dikerjakan melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta itu ditujukan untuk mengoptimalkan aliran air masuk dan keluar waduk. 

Sistem tersebut berperan penting dalam memastikan air dapat dialirkan dengan baik sehingga fungsi tampungan air untuk mengurangi risiko banjir bisa berjalan lebih optimal.

Namun, pembangunan Waduk Cimanggis tidak berhenti pada urusan teknis pengendalian air. Kawasan tersebut juga dipersiapkan menjadi ruang terbuka biru-hijau yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, berekreasi, dan mengenal lingkungan.

Ketua Subkelompok Geologi dan Konservasi Air Baku Dinas SDA DKI Jakarta, Ikhwan Maulani, menjelaskan peningkatan sistem pengaliran Waduk Cimanggis 1 dan 2 merupakan bagian dari upaya memperkuat fungsi pengendalian banjir, retensi air, serta tata air kawasan secara menyeluruh.

"Sebagai sarana rekreasi, olahraga, dan edukasi lingkungan untuk masyarakat urban, Waduk Cimanggis 1 dan 2 bakal hadir sebagai ruang publik multifungsi," ujar Ikhwan di Jakarta, Kamis (29/10).

Menurut dia, pengembangan kawasan tersebut tidak sekadar memperbaiki aliran air, tetapi juga mendorong interaksi sosial dan aktivitas positif masyarakat di ruang terbuka.

Progres pembangunan capai 78 persen

Hingga akhir Oktober 2026, progres pembangunan Waduk Cimanggis 1 dan 2 telah mencapai 78 persen. Pengerjaan dilakukan melalui sejumlah tahapan konstruksi untuk memastikan fungsi hidrologis waduk berjalan optimal sekaligus mendukung pemanfaatannya sebagai ruang publik.

Pekerjaan yang telah dan sedang dilakukan meliputi penggantian gorong-gorong, pembangunan dinding penahan tanah (DPT) beton bertulang, peninggian tanggul, serta perkerasan jalan menggunakan beton. Dinas SDA juga mengerjakan dinding penahan tanah pada bagian saluran masuk (inlet) eksisting.

Rangkaian pekerjaan itu, merupakan bagian dari upaya memperkuat infrastruktur waduk, menjaga kondisi kawasan, dan mendukung kelancaran aliran air. Dengan konstruksi penunjang yang memadai, waduk diharapkan mampu menjalankan fungsi penampungan dan pengendalian air secara lebih optimal.

Di sisi lain, pembangunan fasilitas publik turut dilakukan untuk memperluas manfaat waduk bagi warga. Salah satunya melalui penyediaan Anjungan Waduk 1 yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan.

Fasilitas tersebut melengkapi infrastruktur penahan air dan akses jalan yang dibangun di sekitar waduk. Dengan demikian, kawasan waduk tidak hanya diarahkan untuk mendukung pengelolaan air, tetapi juga menyediakan ruang bagi masyarakat beraktivitas di lingkungan terbuka.

Menjaga waduk dan kelestarian ingkungan

Pengembangan Waduk Cimanggis juga memperhatikan aspek lingkungan, terutama untuk menjaga kestabilan lereng dan mengurangi risiko erosi. Salah satu metode yang diterapkan adalah hydroseeding, yakni teknik penanaman vegetasi dengan menyemprotkan campuran benih dan bahan pendukung ke permukaan tanah.

Metode tersebut dikombinasikan dengan selimut pengendali erosi untuk membantu melindungi permukaan tanah, khususnya di area lereng waduk. Perpaduan keduanya akan mendukung pertumbuhan vegetasi sekaligus mengurangi risiko pengikisan tanah akibat aliran air dan hujan.

Upaya yang dilakukan merupakan bagian penting dari pengembangan kawasan waduk yang menggabungkan kebutuhan infrastruktur dengan pelestarian lingkungan. Keberadaan vegetasi di sekitar waduk juga diharapkan membantu menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan nyaman bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, Waduk Cimanggis memiliki luas sekitar 3,9 hektare yang mencakup Waduk 1, 2, dan 3, dengan kapasitas tampungan mencapai 90.353 meter kubik. Adapun Waduk Cimanggis 1 dan 2 memiliki luas sekitar 1,6 hektare dengan kapasitas tampungan 20.648 meter kubik.

Pekerjaan di kawasan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap agar fungsi pengendalian air dan pengembangan ruang publik dapat berjalan sesuai tujuan pembangunan.

Ikhwan menegaskan, pihaknya berharap keberadaan waduk memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Jakarta Timur, terutama dalam upaya mitigasi banjir dan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.

"Kami ingin waduk ini tak hanya berfungsi teknis sebagai pengendali banjir dan sumber air baku, namun juga menjadi sarana rekreasi, olahraga, serta edukasi lingkungan bagi masyarakat sekitar,” paparnya.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 78 persen, peningkatan sistem pengaliran inlet outlet menjadi salah satu langkah dalam memperkuat fungsi Waduk Cimanggis. Pengembangan fasilitas publik dan penerapan metode konservasi lingkungan sekaligus membuka peluang bagi kawasan ini untuk hadir sebagai ruang terbuka yang bermanfaat bagi warga, tanpa meninggalkan fungsi utamanya dalam pengelolaan air.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua