KabarJakarta.com — Waduk tidak hanya berperan sebagai tempat penampungan air untuk mengurangi risiko banjir. Jika ditata dan dikelola dengan baik, kawasan waduk juga dapat menjadi ruang terbuka hijau dan biru yang memberikan manfaat ekologis sekaligus ruang aktivitas bagi masyarakat.
Konsep tersebut tengah dikembangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui penataan Waduk Kampung Rambutan 1 di Jalan Merdeka 7, Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
Melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, penataan kawasan ini diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi pengendalian banjir, retensi dan tata air, sekaligus memperkuat konservasi lingkungan serta penyerapan air ke dalam tanah.
Ketua Subkelompok Geologi dan Konservasi Air Baku Dinas SDA DKI Jakarta, Ikhwan Maulani, menjelaskan Waduk Kampung Rambutan 1 memiliki luas sekitar 4,85 hektare atau 48.469,75 meter persegi.
Dari keseluruhan luas tersebut, sekitar 2,53 hektare merupakan area daratan atau penampang kering. Sementara itu, 2,32 hektare lainnya berupa area perairan atau penampang basah waduk.
Komposisi daratan dan perairan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan. Area perairan tetap diarahkan untuk mendukung fungsi utama waduk sebagai infrastruktur tata air, sedangkan area daratan ditata agar memberikan manfaat tambahan bagi lingkungan dan masyarakat.
“Penataan Waduk Kampung Rambutan 1 tidak hanya ditujukan untuk mengoptimalkan fungsi pengendalian banjir, retensi, dan tata air kawasan, tetapi untuk meningkatkan kualitas ekologis, konservasi air tanah, serta penyerapan air. Kami ingin waduk ini memiliki manfaat lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Ikhwan, Jumat (6/11).
Dilengkapi fasilitas rekreasi dan olahraga
Selain memperkuat fungsi ekologis, penataan Waduk Kampung Rambutan 1 juga mengubah wajah kawasan menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan. Sejumlah fasilitas pendukung disiapkan, mulai dari deck atau dermaga pancing, dua jembatan penghubung, amphitheater, area olahraga luar ruang (outdoor fitness), hingga taman bermain anak.
Kehadiran fasilitas tersebut memungkinkan masyarakat menikmati kawasan waduk melalui berbagai aktivitas. Dermaga pancing dapat menjadi tempat rekreasi, area kebugaran mendukung kegiatan olahraga, sedangkan taman bermain menyediakan ruang aktivitas bagi anak-anak.
Sementara itu, amphitheater dapat dimanfaatkan sebagai ruang berkumpul dan kegiatan masyarakat. Dua jembatan penghubung juga dirancang untuk memudahkan mobilitas pengunjung di dalam kawasan.
Untuk menunjang kenyamanan, kawasan waduk turut dilengkapi pintu masuk (entrance), gerbang dengan pagar gabion, papan penanda (signage), area duduk, bangku taman, dan pergola. Fasilitas lainnya meliputi toilet, pos dan rumah jaga, shelter, serta rumah cacah sebagai bagian dari sarana pendukung operasional kawasan.
Aksesibilitas dan kualitas lingkungan
Penataan tidak hanya berfokus pada penambahan fasilitas, tetapi juga memperhatikan kemudahan akses bagi pengunjung.
Dinas SDA membangun jalur pedestrian dengan beberapa tipe, dilengkapi sky deck dan access ramp. Infrastruktur tersebut diharapkan membuat kawasan lebih nyaman dijelajahi sekaligus meningkatkan aksesibilitas bagi berbagai kelompok masyarakat.
Aspek lingkungan juga menjadi bagian dari pekerjaan penataan. Penataan tanaman atau softscape dilakukan untuk memperbaiki kualitas lanskap kawasan dan menghadirkan lingkungan yang lebih asri.
Di sisi lain, instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) disiapkan untuk mendukung operasional fasilitas. Pekerjaan ini mencakup penyediaan instalasi listrik dan jaringan air agar berbagai sarana dapat berfungsi dengan baik.
Dengan pendekatan tersebut, Waduk Kampung Rambutan 1 diharapkan tidak hanya menjadi infrastruktur pengendali banjir dan sumber air baku, tetapi juga ruang terbuka biru-hijau yang aman, inklusif, dan ramah lingkungan. Masyarakat nantinya dapat memanfaatkan kawasan ini untuk rekreasi, olahraga, edukasi lingkungan, hingga memperluas interaksi sosial.
Ikhwan berharap, keberadaan berbagai fasilitas tersebut dapat meningkatkan manfaat waduk bagi warga sekitar sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan sumber daya air.
Penataan Waduk Kampung Rambutan 1 ditargetkan rampung pada Desember 2026. Setelah selesai, kawasan tersebut diharapkan menjadi contoh pemanfaatan waduk yang tidak hanya berorientasi pada pengendalian banjir, tetapi juga mengintegrasikan fungsi ekologis dan kebutuhan ruang publik perkotaan.