Langsung ke konten
News

Wagub DKI Riza Patria Bantah Tudingan yang Sebut Anies Sedang Bangun Dinasti Politik

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyebut Gubernur Anies Baswedan sedang membangun dinasti menjelang akhir masa jabatannya. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menepis tudingan Prasetyo itu.

“Itu DPRD, Pak Ketua Pras punya hak, punya pendapat memberikan pernyataan. itu sah-sah saja, silakan. Tapi saya kira kan tidak ada yang mau dibangun dinasti,” kata Riza saat ditemui di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (4/9).

Riza memandang Anies tidak membangun dinasti di akhir masa jabatannya. Menurutnya, pejabat Eselon II yang baru dilantik Anies justru akan lebih banyak berkoordinasi dengan Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta terpilih.

“Pak Anies bulan Oktober sudah habis, jadi kewenangannya justru di Pj Gubernur,” ujarnya.

Sebagai Gubernur DKI, kata dia, Anies memiliki hak memberhentikan maupun melakukan rotasi jabatan. Riza lantas mempersilahkan publik menilai apakah langkah yang diambil Anies sudah tepat atau sebaliknya.

“Kita serahkan, itu menjadi kewenangan gubernur dan hasilnya tentu gubernur akan berikan perhatian sebaik mungkin dan hasilnya masyarakat yang menilai. Kita serahkan ke publik dan masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengaku heran dengan tindakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengganti jabatan pimpinan tinggi pratama di penghujung masa jabatannya. Dia lantas menganggap Anies sedang membangun dinasti di akhir masa jabatannya.

“Ada apa ini? padahal masa jabatannya sebentar lagi akan habis. Kok malah bangun dinasti,” kata Pras, Jumat (2/9).

Prasetyo mencontohkan, Selasa (30/8) lalu, Anies melantik tiga pejabat Eselon II, yaitu Asisten Deputi Kebudayaan Mawardi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Atika Nurahmania dan Wakil Kepala Badan Pengelolaa Keuangan Daerah (BPKD) Nasrudin Djoko.

Tak hanya itu, Prassetyo juga menyoroti langkah Anies Baswedan mengganti direksi BUMD strategis. Seperti misalnya, Perumda Pasar Jaya, PT MRT Jakarta Perseroda hingga PT Pembangunan Jaya Ancol.

“Padahal BUMD-BUMD itu sedang lari kencang-kencangnya, kayak MRT, ini lagi ngebut menyelesaikan pembangunan fase II. MRT itu program nasional bukan provinsi lho,” ujarnya.

Dia menyarankan, semestinya Anies bekerja keras menuntaskan RPJMD di akhir masa jabatannya. Dia menyayangkan langkah Anies mengotak-atik dan menempatkan orang-orangnya di SKPD dan BUMD.

“Etikanya, saat mau akhir masa jabatan memudahkan kerja penerusnya. Bukan membebani dengan menempatkan orang-orangnya,” pungkasnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua