Langsung ke konten
News

Wagub DKI Serang Balik Tina Toon, Nah Lho Soal Apa Nih?

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim program sumur resapan cukup efektif untuk menangani banjir di Ibu Kota. Hal itu sekaligus membantah pernyataan anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP, Agustina Hermanto alias Tina Toon.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat membacakan pandangan Fraksi PDIP dalam sidang paripurna dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Raperda tentang APBD DKI Jakarta tahun 2022, Selasa (16/11), Tina Toon meminta agar anggaran untuk program sumur resapan dihapus.

Kembali lagi ke Riza Patria, warga Ibu Kota sudah dapat melihat dan merasakan sendiri manfaat dari sumur resapan. 

“Ya kan sudah dilihat, rasakan dua tahun ini, efektivitas sumur resapan cukup baik. Selain itu juga dibuat kolam olakan, selain program gerebek lumpur, program pembuatan situ, embung, waduk, polder, kemudian tanggul program lainnya normalisasi, naturalisasi semua kan dibuat,” kata Ahmad Riza Patria, Kamis (18/11/2021).

Ditegaskannya, program sumur resapan sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Sumur-sumur resapan dibuat di tempat-tempat yang sering terjadi genangan ketika hujan melanda.

Menurut Riza anggapan sumur resapan program tidak jelas itu tidak berdasar. Ia mastikan, sumur resapan sangat berperan membantu menyurutkan genangan air. 

“Untuk diketahui, program sumur resapan ini program yang sudah dilaksanakan sebelum-sebelumnya, bukan di zaman sekarang saja. Dan program ini sangat baik membantu menyurutkan mempercepat genangan air,” ujarnya.

Sebelumnya, kritikan program sumur resapan DKI dilontarkan Tina Toon. Ia mengusulkan Pemprov DKI Jakarta untuk menghapus anggaran sumur resapan di tahun 2022 dan dialihkan ke normalisasi.

Tina Toon menyebutkan, Pemprov menganggarkan Rp1,2 triliun untuk program normalisasi dan restorasi sungai. Namun di sisi lain, ia menyebut dalam empat tahun terakhir tidak sedikitpun melakukan normalisasi.

“Kami mendorong agar anggaran ini bisa ditingkatkan pada tahun 2021 ini. Program yang tidak jelas seperti sumur resapan kami rekomendasikan untuk dihapus dan anggaran dilimpahkan untuk normalisasi sungai,” pungkasnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua