Langsung ke konten
News

Waspada, Jakarta Selatan Rawan Tawuran dan Begal

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Wilayah Jakarta Selatan beberapa terakhir ini kerap terjadi tawuran hingga begal. Menyikapi persoalan itu, Polres Jakarta Selatan melakukan sidak ke toko-toko penjual senjata tajam.

“Satu dua minggu terakhir ini bermunculan beberapa kasus konvensional seperti perkelahian antar kelompok, tawuran, begal, kebut-kebutan, hingga perkelahian di wilayah Jakarta Selatan” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah di Mapolres Jaksel, Selasa (23/11/2021).

Azis menyebutan beberapa kasus yang terjadi, yaitu di Tebet, Jagakarsa, dan Mampang.

“Kami dapat laporan di Tebet ada yang terluka akibat terkena senjata tajam. Setelah ditelusuri, ternyata korban tersebut dikeroyok,” jelasnya.

Sedangkan di Jagakarsa, Pasar Minggu, jajaran Polres Jakarta Selatan berhasil menggagalkan potensi terjadinya perkelahian besar yang melibatkan dua kelompok. Hal serupa juga terjadi di Mampang.

“Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Mampang dibantu jajaran dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan mendatangi kelompok yang ingin melakukan tawuran. Kami berhasil mencegahnya,” ucap Azis.

Dari tiga lokasi tersebut, sebanyak 19 orang dan 24 bilah senjata tajam berhasil diamankan sebagai barang bukti.

Azis memastikan pihaknya akan terus melakukan operasi pencegahan dan patrol. Katanya, selain melakukan pencegahan terjadinya tindak kriminal dengan cara tindakan represif kegiatan penegakan hukum, Polres Jakarta Selatan juga melakukan deteksi dini.

Terkait toko-toko penjual senjata tajam yang memperjualbelikan senjata pesanan, pihanya akan melakukan pendataan.

“Kita juga akan mendata tempat usaha yang dimungkinkan digunakan untuk membuat senjata tajam. Ini bukan tempat produksi biasa, dibuat di tempat-tempat khusus,” tuturnya.

Untuk mendeteksi penjualan senjata tajam, Polres Jakarta Selatan juga melakukan patrol cyber di media sosial terhadap toko-toko online yang menjual barang berbahaya ini.

“Kami akan mengecek toko-toko online mana yang menjual senjata tajam tanpa kontrol,” pungkas Azis Andriansyah.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua