KabarJakarta.com - Sebuah video memperlihatkan seorang pria disebut berpura-pura tertabrak di wilayah Karawaci, Kota Tangerang, viral di media sosial. Premotor itu diduga hendak memeras pengendara mobil yang dituduh menabraknya.
Peristiwa itu, Jumat (15/4) sekitar pukul 22.30 WIB, tepatnya di Jalan Raya Benua Indah, Karawaci, bermula korban bersama suaminya sedang mengendarai mobil dengan kecepatan rendah.
Tiba-tiba korban dikejutkan saat seorang pria yang mengendarai sepeda motor berteriak dari arah belakang. Pria tersebut menabrakkan diri ke arah mobil korban.
“Ini tadi sekitar jam 22.30 WIB. Saya bersama suami lagi di mobil dengan kecepatan rendah karena lagi nidurin anak, terus tiba-tiba ada yang teriak-teriak dari belakang, lalu nyalip dari kiri dan nabrakin diri ke bumper depan,” jelas korban dalam deskripsi singkat video tersebut, Sabtu (16/4/2022).
“Dia enggak jatuh pas nabrakin diri, terus pura-pura oleng ke pinggir dan jatuh,” sambungnya.
Korban menjelaskan pria itu meminta korban beserta suaminya untuk keluar dari mobil. Pria itu meminta pertanggungjawabannya dengan alasan motornya mengalami kerusakan.
Korban yang curiga dengan perilaku pengendara sepeda motor itu mengajak untuk menyelesaikannya di polres setempat, namun pria itu kabur.
“Dia minta kita keluar dan bilang motornya lecet minta tanggung jawab. Saya enggak izinin suami keluar karena kelihatannya mabuk dan ajak dia ke polres aja, tapi dia malah kabur,” ujarnya.
“Kayaknya dia ngincer mobil yang jalan pelan karena dipikirnya pasti cewek yang bawa,” tambahnya.
Polisi Selidiki
Kapolsek Karawaci Kompol Hasoloan Situmorang mengatakan pihaknya belum menerima adanya laporan terkait kejadian itu. Meski begitu, polisi tetap melakukan penyelidikan.
“Anggota masih melakukan penyelidikan terhadap orang dalam kejadian tersebut,” jelas Hasoloan.
Dia pun mengimbau masyarakat agar tidak panik jika menemukan modus seperti itu. Masyarakat diimbau lapor polisi apabila menjadi korban modus pura-pura tertabrak.
“Apabila masyarakat menemukan modus seperti itu jangan panik. Ketika warga ada di dalam mobil jangan langsung membuka kaca atau pintu. Segera datangi kantor kepolisian terdekat untuk segera mendapat penanganan,” sarannya.