Langsung ke konten
News

Wilayahnya Kerap Terendam Banjir, Pemkot Jakbar ‘Ngerengek’ ke Pemprov DKI Percepat Normalisasi Kali Pesanggrahan

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat meminta Pemprov DKI Jakarta, tepatnya kepada Dinas Sumber Daya Air dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) mempercepat normalisasi Kali Pesanggrahan.

Permintaan itu karena Kali Pesanggrahan kerap dianggap sebagai terjadinya banjir.

Wali Kota Jakbar Yani Wahyu Purwoko mengaku pihaknya selalu berkoordinasi dengan BBWSCC dan Dinas Sumber Daya Air agar keinginan pihaknya dilakukan percepatan normalisasi terealisasi.

“Karena memang kami ini ada tiga situasi yang menyebabkan banjir,” kata Yani WAhyu, Senin (15/11/2021).

Ia pun merinci tiga situasi yang dimaksud itu. Pertama, keta ada kiriman air dari hulu. “Kondisi kedua yaitu bila hujan tinggi di atas 100 milimter per detik di jalan-jalan utama dan 50 meter per hari di jalan perkampungan,” lanjutnya. Dan, ketiga yaitu, ketika kondis permukaan air laut berada di ketinggian tertinggi.

Diterangkannya, saat tiga kondisi tersebut terjadi, maka aliran air di Jakarta Barat, yaitu Kali Monggol, Mookervaart, dan lainnya sudah tidak bisa lagi menampung volume (debit) air dan akan segera meluap.

Di sisi lain, kata Yani Wahyu menambahkan, Pemkot Jakbar telah memetakan sejumlah lokasi banjir di wilayahnya di antaranya kawasan Awa Buaya, Semanan, Duri Kosambi, Pesakih, Semongol, Perumahan Green Garden, Patra Kebon Jeruk, dan kawasan Kedoya Utara.

Ditegaskannya, wilayah-wilayah yang disebutkan itu menji prioritas untuk dibenahi karena kerap menjadi langganan banjir akibat saluran air tersumbat hingga luapan air sungai di lingkungan sekitar.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua