KabarJakarta.com — Kecepatan memperoleh informasi menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kedaruratan di Jakarta. Ketika sebuah insiden terjadi, petugas membutuhkan gambaran situasi di lapangan untuk menentukan langkah penanganan, mengetahui posisi personel, dan mengoordinasikan respons antarinstansi.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengembangkan JAK-Respond, sebuah dashboard terpadu yang menyajikan berbagai informasi operasional dalam satu peta digital.
Melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik), Pemprov DKI Jakarta mengintegrasikan informasi lokasi petugas melalui GPS Handy Talky (HT) TETRA, tayangan kamera pengawas atau CCTV, kondisi lalu lintas, serta informasi cuaca. Integrasi tersebut diharapkan mempermudah operator pusat komando dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mendukung penanganan kejadian dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menyederhanakan pemantauan situasi
Sebelum JAK-Respond dikembangkan, informasi operasional tersebut tersedia melalui aplikasi yang berbeda. Operator harus membuka beberapa sistem untuk mengetahui posisi petugas, melihat kondisi jalan melalui CCTV, dan memperoleh informasi lalu lintas.
Pola kerja ini membuat proses pemantauan membutuhkan sejumlah tahapan. Operator harus berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan sebelum menyampaikan gambaran situasi kepada petugas atau pihak terkait.
Padahal, dalam penanganan keadaan darurat, informasi yang saling berkaitan dibutuhkan dalam waktu berdekatan. Mengetahui lokasi kejadian saja belum tentu cukup. Operator juga perlu mengetahui keberadaan petugas di sekitar lokasi, kondisi akses jalan, serta situasi lingkungan yang dapat memengaruhi penanganan.
Kebutuhan untuk menggabungkan informasi tersebut menjadi salah satu alasan pengembangan JAK-Respond. Melalui satu dashboard, operator dapat mengakses beragam informasi tanpa harus terus-menerus berpindah antaraplikasi.
Kepala UP Pengelola Jaringan Sistem Elektronik Diskominfotik DKI Jakarta, Aditia Prana Kusuma, menjelsakan integrasi tersebut membuat proses pencarian, pemantauan, dan penyampaian informasi menjadi lebih sederhana.
"Operator pusat komando atau command center bisa mengetahui kondisi lokasi kejadian, memantau keberadaan petugas di sekitar lokasi, dan memperoleh informasi pendukung. Semua itu, untuk mempercepat koordinasi serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan," ujarnya, Jumat (30/10).
Gabungan berbagai informasi dalam satu peta
JAK-Respond menggunakan teknologi Geographic Information System (GIS) atau sistem informasi geografis untuk menyajikan informasi berbasis lokasi. Teknologi tersebut memungkinkan data operasional ditampilkan dalam bentuk peta digital sehingga operator dapat melihat keterkaitan antara lokasi kejadian dan informasi pendukung lainnya.
Salah satu fitur utamanya adalah pemantauan posisi petugas melalui GPS HT TETRA. Informasi ini membantu operator mengetahui keberadaan personel yang menggunakan perangkat komunikasi tersebut. Data lokasi dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengoordinasikan petugas sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain itu, integrasi CCTV memberikan akses terhadap tayangan kamera pengawas untuk membantu operator memantau kondisi di lokasi tertentu. Informasi lalu lintas juga dapat digunakan untuk memahami situasi perjalanan menuju lokasi kejadian, sedangkan informasi cuaca menjadi data pendukung dalam mempertimbangkan kondisi lingkungan.
Dengan menggabungkan informasi tersebut, operator memperoleh gambaran situasi yang lebih menyeluruh. Informasi lokasi petugas, misalnya, dapat dipertimbangkan bersama kondisi lalu lintas untuk membantu koordinasi pengerahan personel.
Meski demikian, JAK-Respond berfungsi sebagai sarana pendukung pengambilan keputusan. Efektivitas penanganan tetap bergantung pada ketepatan informasi yang tersedia, kemampuan operator membaca situasi, serta koordinasi dan tindakan petugas di lapangan.
Kolaborasi antarperangkat daerah
Pengembangan JAK-Respond tidak dilakukan oleh Diskominfotik sendiri. Inovasi tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, terutama Dinas Perhubungan serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta.
Kolaborasi tersebut mencakup koordinasi kebutuhan sistem, pengembangan aplikasi, uji coba, hingga sosialisasi kepada pengguna. Keterlibatan lintas instansi diperlukan agar sistem yang dibangun dapat mendukung kebutuhan operasional masing-masing perangkat daerah.
Dinas Perhubungan memiliki peran penting dalam penyediaan informasi yang berkaitan dengan kondisi lalu lintas, sedangkan kebutuhan koordinasi penanganan kebakaran dan penyelamatan berkaitan erat dengan pemantauan situasi serta pergerakan petugas.
Integrasi ini menunjukkan pemanfaatan teknologi pemerintahan tidak cukup hanya dengan menyediakan aplikasi baru. Sistem juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan pola koordinasi antarlembaga agar informasi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Menurut Aditia, hasil pengujian menunjukkan JAK-Respond mampu mempercepat perolehan informasi operasional dibandingkan dengan penggunaan aplikasi secara terpisah.
"Hal ini menunjukkan integrasi informasi dalam satu dashboard akan meningkatkan efisiensi kerja operator serta mendukung koordinasi petugas di lapangan," katanya.
Namun, belum ada angka kuantitatif yang disampaikan mengenai besarnya penghematan waktu atau peningkatan efisiensi tersebut. Karena itu, pengukuran lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui dampaknya secara terukur, termasuk terhadap kecepatan koordinasi dan kualitas pelayanan.
Bagian dari transformasi digital Jakarta
Kehadiran JAK-Respond menjadi salah satu langkah Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat transformasi digital pemerintahan. Fokusnya bukan semata-mata memindahkan informasi ke dalam sistem elektronik, melainkan menyatukan data yang sebelumnya tersebar agar lebih mudah digunakan dalam proses kerja.
Dalam pelayanan publik, integrasi semacam itu berpotensi mengurangi hambatan komunikasi dan membantu perangkat daerah membangun pemahaman situasi yang sama. Ketika informasi lebih mudah diakses, koordinasi dapat dilakukan dengan lebih terarah, terutama dalam situasi yang membutuhkan respons cepat.
Meski begitu, keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fitur. Keandalan sistem, pembaruan data, kesiapan operator, serta konsistensi penggunaan oleh perangkat daerah juga menjadi faktor penting. Perluasan pemanfaatan aplikasi juga peru diikuti evaluasi berkala agar integrasi yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan operasional.
Diskominfotik berencana melanjutkan pengembangan JAK-Respond melalui perluasan pemanfaatan oleh perangkat daerah terkait, penyempurnaan fitur berdasarkan kebutuhan pengguna, dan penguatan integrasi informasi operasional.
"Ke depan, pengembangan aplikasi ini akan diarahkan pada perluasan pemanfaatan oleh perangkat daerah terkait, penyempurnaan fitur berdasarkan kebutuhan, serta penguatan integrasi informasi operasional," papar Aditia.
Dengan demikian, JAK-Respond akan memperkuat sinergi antarperangkat daerah dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, kolaboratif, serta responsif. Integrasi yang diinginkan, terletak pada kemampuan pemerintah memanfaatkan informasi secara lebih cepat dan tepat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta.