Menuju “New Normal” Saatnya Pemuda Bangkit Kembali dari Masjid

Menuju “New Normal” Saatnya Pemuda Bangkit Kembali dari Masjid
Menuju “New Normal” Saatnya Pemuda Kembali Bangkit dari Masjid

Jakarta - Pandemi Covid-19 meninggalkan duka bagi masyarakat dunia. Namun, bagi seorang pemuda menuju fase “New Normal” banyak hal yang bisa dilakukan.  Saatnya bangkit dan memberi sumbangsih bagi negara dan lingkungan sekitar, bermodalkan modal sosial dan nilai-nilai keagamaan.

Hal itu diungkapkan oleh Arief Rosyid Hasan selaku ketua Pemuda Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang juga  Koordinator Gerakan Bangkit Dari Masjid saat menjadi narasumber di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jakarta, Jumat (5/6). 

Menurut Arief, di fase menuju “New Normal” umat Islam kini bisa kembali ke tempat ibadah dan melaksanakan kewajibannya seperti shalat berjamaah. 

Namun, bagi pemuda, mereka tidak boleh lupa bahwa kebangkitan sebuah bangsa, selalu dimulai dari mereka. Di momen ini dapat menjadi titik tolak kebangkitan kembali bangsa ini.        

“Pemuda Indonesia punya modal sosial untuk bangkit sekaligus memberi dorongan yang besar bagi lingkungan sekitar. Kami menggagas Gerakan Bangkit dari Masjid yang sebenarnya terinspirasi dari gerakan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei. Demi membangun kesadaran kepada teman-teman pemuda untuk memfungsikan atau memerankan masjid sebagai lembaga yang berperan sosial dan ekonomi," kata Arief.

Mulai dibukanya masjid, lanjut Arief mesti disyukuri oleh pemuda. Maka tak heran, DMI sangat mendukung dibukanya masjid terlebih dahulu di fase transisi ini, sebagai momentum bangkit dari masjid entah melalui ekonomi maupun sosial kemasyarakatan yang digerakkan para pemuda. 

“Seperti yang disampaikan oleh pak Jusuf Kalla bahwa dibukanya masjid terlebih dahulu adalah bentuk dari Sila Pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa. Sebuah bangsa harus memiliki roh dan simbolnya roh keagamaan kita ialah berdoa,” ujarnya.

Dorong Kolaborasi Pemuda

Melalui Gerakan Bangkit dari Masjid ini, Arief bersama DMI akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan untuk sama membantu negara bangkit, pasca pandemi yang menghantam sendi perekonomian.

Gerakan ini, diikuti oleh berbagai organisasi remaja, pemuda masjid dan kepemudaan Islam. Sehingga kata Arief, pandemi justru menjadi momentum menyatukan para pemuda.

“Jadi Insya Allah dengan dengan antusiasme melakukan kolaborasi dengan teman-teman pemuda lintas organisasi ini, Insya Allah kita optimis di masa yang akan datang masjid sekali lagi tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah tapi akan memainkan peran-peran yang lain," tegasnya. 

Arief menambahkan salah satu kebangkitan melalui masjid ialah Dewan Masjid Indonesia yang paling cepat atau responsif sejak awal pandemi ini melanda. 

"Kita melakukan penyemprotan ke hampir seluruh masjid di daerah-daerah episentrum. Kemudian juga membagikan sekitar 2 juta karbol ke masjid-masjid di daerah episentrum," ungkapnya.

Setelah itu, kata Arief, Dewan Masjid juga membuat dapur umat. Sistem “sister masjid”

"Jadi masjid yang besar membantu masjid yang kecil sebab di masjid yang kecil ini di sekitarnya banyak umat yang terkena dampak Covid-19," pungkas ketua umum PB HMI ini 2013 - 2015 ini.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

AJI