Koordinator Gerakan Bangkit dari Masjid Temui Gubernur Sulsel Bahas Penanganan Covid-19

Koordinator Gerakan Bangkit dari Masjid Temui Gubernur Sulsel Bahas Penanganan Covid-19
Koordinator Gerakan Bangkit dari Masjid Temui Gubernur Sulsel Bahas Penanganan Covid-19

Kabarjakarta.com – Koordinator Gerakan Bangkit dari Masjid yang juga relawan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nasional, Arief Rosyid Hasan, melakukan audiensi dengan gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Senin (15/6/2020).

Arief mendapat tugas langsung dari pimpinan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nasional untuk membantu Sulsel dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut Arief menjelaskan berbagai organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung plus siap untuk mensupport penuh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulsel.

“Kita sudah bertemu dengan Cipayung plus dan kita support penuh penanganan Covid-19 di Sulsel,” kata Arief saat bertemu dengan Gubernur Sulsel, di Kantor Gubernur, Jalan Urip Sumoharjo Makassar.

Cipayung plus sendiri terdiri atas HMI, PMII, GMNI, PMKRI, GMKI, KMHDI, IMM, dan Himahbudhi. 

Arief yang juga Ketum PB HMI periode 2013-2015 ini menjelaskan, kelompok Cipayung plus merupakan kelompok milenial yang dinilainya bisa mensosialisasikan ancaman Covid-19 bagi kesehatan. Pasalnya mereka merupakan aktivis yang punya kepedulian tinggi kepada masyarakat.

“Izin melapor Pak Gubernur, kami bersama dengan teman-teman milenial siap mendukung penanganan Covid-19 ini,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, mengucapkan terimakasih kepada Arief Rosyid atas kesediaannya membantu Gugus Tugas Sulsel sebagai relawan Covid-19.

Ia pun memintanya berkoordinasi lebih lanjut dengan Prodi Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai keadaan Covid-19 di Sulsel.

“Supaya ada gambaran secara umum, saya berharap nanti kita koordinasikan dengan teman-teman FKM, dengan Prof Ridwan juga,” kata Nurdin Abdullah.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sulsel juga menjelaskan, kenaikan angka kurva positif, OTG dan PDP di Sulsel disebabkan adanya rapid test secara massif yang dilakukan Gugus Tugas Covid-19 Sulsel.

Rapid test dan PCR sengaja dilakukan secara massif untuk menekan angka penularan Covid-19.

“Jangan melihat yang naik, tapi lihat bagaimana kita menekan angka penularannya. Orang-orang yang berpotensi menularkan itu kita massif melakukan tracking kontak,” jelasnya.

Koordinasi Pemkot Makassar

Sebelum bertemu gubernur Sulsel, Arief juga telah menemui Pj. Wali Kota Makassar Prof Yusran Jusuf di Rujab Wali Kota, Minggu, (14/6).

Ia menyampaikan pula dukungan berbagai organisasi pemuda kepada pemerintah kota Makassar khususnya pada tim gugus tugas sekaitan dengan situasi pandemi covid-19 saat ini.

“Kami akan libatkan berbagai organisasi pemuda bersinergi dengan tim gugus tugas Pemerintah Kota Makassar untuk sama-sama menghadapi pandemi saat ini,” jelas pendiri Aktivis Milenial ini dan ketua Pemuda Masjid DMI ini.

Sekaitan hal tersebut, Yusran Jusuf mengaku sangat welcome dan menyampaikan apresiasi mendalam kepada tokoh milenial nasional yang tetap mencurahkan perhatiannya kepada kota asalnya ini.

“Dari awal memang kita sudah menyampaikan bahwa kami akan melibatkan semua elemen masyarakat dari berbagai latar belakang. Mulai dari akademisi, aktivis, tokoh masyarakat, RT/ RW, Tokoh Agama, dan tentu Tokoh Pemuda untuk bersama-sama mengambil peran penting melawan Covid-19 yang tengah mewabah di masyarakat,” jelasnya.

Ia pun berharap, kehadiran alumni Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas itu bisa memberi warna baru sehingga upaya menghadapi covid-19 di kota Makassar bisa lebih maksimal lagi kedepan.

Sebelumnya warga Makassar dihebohkan dengan penolakan keras sejumlah warga terkait program tes cepat COVID-19 terjadi di ibukota Sulawesi Selatan itu. Tak berhenti di sana, beberapa kali terjadi pengambilan paksa jenazah pasien dalam pengawasan medis di sejumlah rumah sakit penanganan Covid-19.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

AJI