Belajar dari Aswin Yanuar, Pejuang Kemiskinan, Rahasia Bisnis, Hingga Renovasi Gratis

Belajar dari Aswin Yanuar, Pejuang Kemiskinan, Rahasia Bisnis, Hingga Renovasi Gratis
Foto CEO Maswindo Bumi Mas, Aswin Yanuar. Kabar Jakarta sengaja datang untuk membuktikan langsung. Program renovasi gratis yang diadakannya.

KabarJakarta.com - Setelah menjanjikan hujan. Langit kota Bekasi, sore itu, justru berangsur cerah. Akhir-akhir ini, hujan memang senantiasa turun di kawasan Jabodetabek.

Kabar Jakarta beruntung di hari itu, Kamis (16/10) sore, kami akan berjumpa dengan seorang pemuda yang akhir-akhir ini viral di Indonesia. Sederet kisah inspiratif dan "sedekah gila" renovasi rumah gratisnya layak diberitakan agar menjadi teladan dan kisah membahagiakan.

Sambil menunggu, di perumahan Nirwana, Bekasi Timur, yang telah berusia puluhan tahun ini. Kami berdiri menghadap ke sebuah rumah. Rumah ketujuh, dari  total 11 unit rumah yang direnovasi tanpa biaya sepeser pun pemiliknya.

Sore yang matang, beranjak menjadi malam yang menyelimuti. Rumah yang proses pengerjaannya 1,5 bulan itu, seolah kian menggoda menampakkan keindahannya.

Keindahan rumah berukuran 60 m persegi ini, rupanya kian menjadi-jadi pada malam hari. Pasalnya, letak lampu yang ciamik, memancarkan cahaya memukau dari granit yang solid membalut lantai dan dindingnya.

Kabar Jakarta sengaja datang untuk membuktikan langsung. Program renovasi gratis yang menyasar warga kurang mampu ini benar ada.

Setelah menunggu beberapa jam. Aswin Yanuar yang oleh Netizen akrab disapa Kak  Aswin, sebagai pemilik program tiba di lokasi menjelang Isya.

Turun dari mobilnya yang luxury, Aswin tampak sederhana. Berpakaian kemeja putih dengan lengan dilipat beserta aksesoris yang tidak mencolok. Membuat pria berusia 31 tahun ini tidak tampak sebagai CEO perusahaan yang memiliki aset ratusan miliar rupiah.

Kualitas leadership yang dimiliki Aswin mulai terasa ketika Kabar Jakarta berbincang dengannya. Pribadinya hangat, mampu membawa diri dalam berkomunikasi dengan siapapun.

Dari situ dapat dinilai, pimpinan dari ratusan karyawan ini memiliki kualitas berimbang antara ketegasan dan keluwesan.

Selama berbincang hampi 40 menit, keliatan ia punya visi dan nilai hidup yang jauh ke depan. Dia punya sikap yang membumi saat berinteraksi horizontal dengan orang baru, klien maupun warga biasa.

Yang terpenting lagi, Aswin tipe orang yang mau berbagai dan senang mendengarkan mereka yang berada di ‘bawah’nya.

Perbincangan kami awali dengan pertanyaan, mengapa Aswin mau bersedekah renovasi rumah bagi warga yang sama sekali tidak dikenalnya.

“Saya juga dulu hidupnya susah jadi saya kepengen bantu orang lain Mas,” ujar Aswin sambil melemparkan senyum.

"Awalnya renovasi ini untuk empat unit rumah. Tiba-tiba netizen banyak yang minta ayo dong kak tambah, jadi kita tambah menjadi delapan, eh diminta lagi hingga sekarang jadi 11," tambah Aswin lagi.

Renovasi gratis rencananya diadakan setiap tahun. Setelah 11 rumah di tahun ini, program serupa kemungkinan diselenggarakan dengan kuota yang lebih banyak.

Ditanya tentang kehidupannya di masa lalu, bapak empat orang anak ini terdiam sejenak. Kepada Kabar Jakarta, ia mulai bercerita, tentang pengalaman hidup yang membentuknya, tidak terlepas dari pengalaman ia saat kanak-kanak.

Tinggal di Pinggir Kali

Lahir dari keluarga yang tidak berkecukupan, Aswin kecil dan keluarganya tinggal di sebuah rumah pinggir kali di Sidoarjo.

Ayahnya yang berprofesi sebagai supir, sulit untuk membangun rumah yang layak bagi isteri dan ketiga anaknya saat itu.

Jangankan membangun rumah, gaji ayah Aswin hanya mampu membiayai kehidupan sehari-hari keluarganya.

“Kehidupan saya waktu kecil susah, kami tinggal di kampung yang berada di pinggir kali. Saking miskinnya, saya dan tiga saudara sering makan dalam satu piring, agar makanan cukup untuk bertiga, ibu kami selalu menyuapi,” kenang Aswin.

Saat sekolah dasar, Aswin mengenang, orangtuanya tidak ada biaya untuk membeli seragam baru saat kenaikan kelas. Menyiasati kesulitan itu, ibunya menjahit baju dan tas sang kakak untuk dipakai oleh Aswin.

“Seragam saya selalu dapat dari kakak, lalu jika ke sekolah sering sekali kami tidak ada uang jajan,” kenangnya.

Tapi sering perputaran waktu. Aswin giat belajar dan mencari bekal untuk mengarungi kehidupan. Aswin bertekad kelak dia akan mengumpulkan modal untuk kaya demi membantu orang tua serta orang lain yang kesusahan.

Ia pun merantau ke Jakarta dan merintis karir sebagai entertainer selama belasan tahun. Merasa cukup, ia lantas pulang kampung dan memulai bisnisnya dari Sidoarjo.

Di Sidoarjo lah PT. Maswindo Bumi Mas didirikannya. Berbekal keahlian awal sebagai marketing tanah dan rumah, ia belajar mendesain rumah dengan arsitektur yang unik.

Kini ia bahkan mampu, membangun sebuah rumah mewah tanpa denah dan desain. Konsep rumah darinya berbekal insting serta pengalaman yang ia miliki.

Keahlian Aswin itu tidak banyak dimiliki oleh orang lain ini, sehingga karya-karyanya kerap menuai pujian dari desainer hingga developer.

Alhasil pundi-pundi kekayaan Aswin pun terus bertambah. Tapi modal kekayaan yang ia punya, tidak dinikmati sendiri. Kekayaan itu digunakan Aswin untuk membantu warga dan karyawannya sendiri. Beberapa karyawannya dibantu untuk memiliki rumah yang nyaman dan mewah dengan desain Aswin sendiri.

Dari perbincangan kami. Tampak jelas di usia 31 tahun, dia telah memiliki segala hal yang diimpikan pemuda manapun di dunia ini. Rumah yang mewah, isteri dan anak yang tumbuh bahagia, perusahaan yang beromzet miliaran rupiah per bulan, membuatnya bisa menikmati hidup dengan tenang.

Namun, berbekal kekayaan hingga 100 miliar. Serta penghasilan tiga miliar per bulan dari perusahaannya, Aswin ingin terus berbuat untuk orang lain, tidak sekedar hidup.

Jika hidup hanya untuk hidup, maka kera di hutan juga hidup. Mungkin demikian pepatah yang dianut oleh Aswin.

“Bantuan kami bukan cuma rumah ini saja, tapi bagi saya bantuan itu gak harus disebutkan. Makanya renovasi gratis ini juga sebagai bentuk kekecewaan saya. Banyak yang suka bikin konten-konten untuk pamer kekayaan sementara followernya mungkin saja ada yang butuh ditolong dan belum makan,” jelas Aswin.

Rahasia Bisnis Aswin

 Berbekal kesederhanaan serta jiwa menolongnya yang sangat tinggi. Aswin meraih banyak rejeki tak terduga. Setelah bantuannya bagi banyak orang. Aswin merasa klien yang datang padanya semakin banyak.

Terbukti hingga oktober 2020 PT. Maswindo telah memiliki 600 cabang di berbagai daerah di Indonesia.

 

(Bersambung…)

 

 

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

AJI