Pro Dan Kontra , Genap Setahun Masa Jabatan Jokowi Dan Maruf Amin

 Pro Dan Kontra , Genap Setahun Masa Jabatan Jokowi Dan Maruf Amin

KabarJakarta.com--Pada 20 Oktober 2020 lalu, pemerintahan Presiden Jokowi dengan Wapres Maruf Amin genap berusia satu tahun. Periode kedua kepemimpinan Jokowi itu tak lepas dari pro dan kontra.

Setiap kebijakan dan keputusan yang diambil sering kali menjadi sorotan publik. Beberapa kebijakan dinilai kurang tepat sehingga memicu kritik tajam dari sejumlah pihak. Misalnya mengenai penanganan Covid-19 yang dianggap kurang cepat, hingga soal Omnibuslaw atau UU Ciptakerja yang baru saja disahkan bersama DPR.

Perlu diketahui, dari periode pertama pemerintahan Jokowi memang kerap menuai kritikan. Terlebih dari pihak oposisi. Saat ini di periode kedua, mereka masih melontarkan kritikan-kritikan terhadap kinerja Jokowi. Padahal ada di antaranya yang partainya sudah menjadi koalisi pemerintah.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih 'setia' mengkritik kinerja Jokowi. Pada satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin, PKS menyoroti beberapa hal, salah satunya penanganan Covid-19.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai dalam hal penanganan Covid-19, pemerintahan Jokowi masih jauh dari memuaskan. Angka positif yang terus meningkat dan terjadi masalah penanganan yang tidak sistematis.

Jika penanganan bekerja sistematis pandemi Covid-19 bisa menjadi pijakan kokoh penguatan sistem kesehatan nasional ketika anggaran kesehatan dinaikan dan diprioritaskan. Oleh karena itu, Mardani memberikan nilai 4 skala 10 untuk pemerintahan Jokowi.

"Benar Pak Jokowi sudah bekerja keras, tapi sebagian kementerian gagap dan hilang fokus dan secara umum nilai yang didapat 4 dari skala 10," kata Mardani kepada wartawan, Senin (19/10).

Pada periode pertama, Mardani juga sering mengkiritik kinerja Jokowi. Salah satunya soal utang negara. Bahkan Mardani mengaku siap adu gagasan dengan Jokowi soal utang.

"Bagus. Justru akan jadi pendidikan politik yang baik bagi publik jika isu utang negara didiskusikan bersama. PKS siap membahasnya," ucapnya Kamis (5/4/2018).

Penulis : Redaksi

Editor : Ronald Andreas