Ditangkap KPK, Ini yang Disebut Menteri Edhy Prabowo

Ditangkap KPK, Ini yang Disebut Menteri Edhy Prabowo
KPK Menetapkan Menteri Edhy Prabowo tersangka, (Int).

KabarJakarta.com -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penangkapan terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pada Rabu (25/11) kemarin di Bandara Soekarno-Hatta. 

Edhy Prabowo ditangkap KPK terkait dugaan suap ekspor benih lobster. Selain Menteri Edhy Prabowo, KPK juga menetapkan 6 tersangka lainnya di antaranya staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Safri dan Andreau Pribadi Misata, pengurus PT Aero Citra Kargo Siswadi, staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih, Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito, serta seorang pihak swasta bernama Amiril Mukminin. 

Di gedung Merah Putih KPK, Kamis (26/11/), Edhy Prabowo mengatakan jika dirinya tidak akan menghindari proses hukum dalam kasus yang dihadapinya. Bahkan ia juga bakal membeberkan kasus yang menjeratnya sebagai tersangka dari dugaan suap benih lobster tersebut yang menerima uang senilai Rp 3,4 miliar dan 100.000 dollar AS.

Dimana Edhy terlibat dalam suap izin ekspor lobster. "Ini adalah kecelakaan dan saya bertanggung jawab, saya tidak lari dan saya akan beberkan apa yang saya lakukan dan ini tanggung jawab saya kepada dunia dan akhirat," ujar Edhy Prabowo.

Untuk diketahui jika Uang yang diterima Edhy dari pihak PT Aero Citra Kargo. Perusahaan itu diduga menerima uang dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster, karena ekspor hanya dapat dilakukan melalui PT Aero Citra Kargo.

"Saya bertanggung jawab terhadap ini semua, saya tidak lari dan saya akan beberkan apa yang saya lakukan," tambah Edhy. 

Kini Edhy Prabowo berada di tahanan KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan setelah ditetapkan menjadi tersangka. 

Penulis : Damian

Editor : Redaksi