Pendakwah Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Pendakwah Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia
Pendakwah Syekh Ali Jaber. (Screenshot via facebook Syekh Ali Jaber).

KabarJakarta.com -- Pendakwah Syekh Ali Jaber meninggal dunia setelah dirawat Rumah Sakit Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Utara, Kamis (14/1) pukul 08.30 WIB. Pendakwah asal Arab Saudi yang kini menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) sebelumnya sempat positif terinveksi Virus Corona, namun beberapa hari sebelum meninggal kondisinya sudah negatif.

Ungkapan duka pun mengalir mulai dari kalangan pendakwah di Indoensia hingga politisi dan menteri, Salahsatunya  Ustaz Yusuf Mansur. Ia mengenang sosok Syekh Ali Jaber dan memposting ungkapan belasungkawanya berdurasi 5 menit melalui akun instagramnya @yusufmansurnews.

"Kita kehilangan alim ulama, kita kehilangan pejuang Alquran, kita kehilangan seorang da'i yang ikhlas, yang meninggalkan negaranya ke Indonesia, pindah kewarganegaraan untuk dakwah di Indonesia," kata Yusuf Mansur sambil menyeka air mata, dikutip Kamis (14/1).

Selain itu Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengenang sosok Syekh Ali Jaber sebagai tokoh penyejuk dan pemersatu ummat.

Dalam akun twitternya @mohmahfudmd menuliskan beberapa kalimat,

"Inna lillah wa inna ilaihi raji'un. Kita kehilangan tokoh penyejuk dan pemersatu ummat. Ulama besar Syech Ali Jaber wafat hr ini. Beliau menjadi penyambung aspirasi antara ummat dan Pemerintah. Beliau adalah sahabat baik sy. Krn rendah hati beliau memanggil sy "Guru" atau "Ayah"."tulisnya.

Beberapa hari sebelum Syekh Ali dikabarkan terinfeksi Covid-19 dan dirawat di rumah sakit juga sempat datang ke rumah Mahfud MD. Ia menghadiahi tasbih dan kurma kepada Mahfud.

"Bbrp hr sblm diberitakan terinfeksi Covid-19 Syekh Ali Jaber ke rmh sy, menghadiahi tasbih, kurma pilihan, buku doa, parfum khas aroma Kakbah. "Guru, sy mau mencetak sejuta penghafal Qur'an. Tanah dan modal utk gedung sdh mulai terkumpul; mohon dukungan proses perizinan." kenang Mahfud MD.

Mahfud juga mengaku sempat beberapa kali datang ke rumah Syekh Ali dan diajak makan nasi Bukhori atau nasi khas Arab Saudi.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui kapan dan dimana lokasi Syekh Ali Jaber di makamkan.

Ali Saleh Muhammed Ali Jaber atau yang akrab disapa Syekh Ali Jaber adalah seorang pendakwah dan ulama asal Madinah yang berkewarganegaraan Indonesia. Syekh Ali Jaber lahir di Madinah, Arab Saudi pada tanggal 3 Februari 1976 atau dalam penanggalan Hijriah bertepatan dengan 3 Shafar 1396 H. 

Untuk diketahui jika Ali Saleh Muhammed Ali Jaber adalah sulung dari 12 bersaudara yang lahir di Madinah, Arab Saudi. Syekh Ali Jaber sejak kecil telah mendapatkan bimbingan agama dari sang Ayah. Ayahnya adalah seorang penceramah agama yang mengharapkan Syekh Ali Jaber sebagai anak pertama, bisa menjadi seperti dirinya. 

Syekh Ali Jaber menjalani pendidikan formalnya dari Ibtidaiyah hingga Aliyah di Madinah. Usai lulus sekolah menengah, beliau melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Al-Qur'an pada tokoh dan ulama ternama di Arab Saudi.

Selama perjalanannya dalam belajar agama, beliau rutin mengajar dan berdakwah di mana-mana, khususnya di tempat di mana ia tinggal, di Masjid tempat Ayahnya menyiarkan Islam dan ilmu Al-Qur'an. Selama di Madinah, Syekh Ali Jaber juga aktif sebagai guru hafalan Al-Qur'an di Masjid Nabawi dan menjadi Imam shalat di salah satu Masjid di Kota Madinah.

Kemudian pada tahun 2008, Syekh Ali Jaber menikah dengan Umi Nadia, istri Syekh Ali Jaber wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dan sejak tahun 2008 itulah, Syekh Ali Jaber mulai berdakwah di Indonesia dan resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 2012. Hingga tahun 2020, keduanya telah dikaruniai seorang anak. Anak Syekh Ali Jaber diberi nama Hasan. 

Penulis : Damian

Editor : Fritz V Wongkar

AJI