Wagub DKI Berduka Atas Wafatnya Anton Medan

Wagub DKI Berduka Atas Wafatnya Anton Medan
Imam Besar PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) H. Rahman Effendi yang juga dikenal sebagai Anton Medan dikabarkan meninggal dunia hari ini, Senin 15 Maret 2021/Facebook/H. Anton Medan /.

KabarJakarta.com -- Muhammad Ramdhan Efendi atau yang dikenal dengan nama Anton Medan tutup usia, pria kelahiran Tebing Tinggi, Sumatra Utara, 10 Oktober 1957.  Pria yang dikenal pada masanya seorang perampok dan penjudi ini meninggal di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, 15 Maret 2021 kemarin pada umur 63 tahun.

Kabar mengejutkan sosok yang dikenal penceramah kondang ini direspon oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.  Melalui akun Twitter dan Instagram pribadinya, Riza menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pria keturunan Tionghoa tersebut.

"Innaa lillaahi wa innaa ilahi raaji’uun. Duka mendalam kami atas meninggalnya Bapak Ramdhan Effendi atau Bapak Anton Medan pada Senin 15 Maret 2021," tulisnya di akun Instagram @arizapatria, Senin (15/3/2021).

"Sejarah perjuangan hidup Bang Anton Medan telah menginspirasi banyak orang, semoga kita dapat meneladani beliau dalam sisa hidup ini."

"Insya Allah Bang Anton Medan (ditempatkan) di surga Allah SWT, amiin."

"Mari kita doakan almarhum Bapak Anton Medan husnul khatimah, diterima segala kebaikannya, ditempatkan di surga Allah SWT, dijaga Allah SWT keluarganya. Allahummaghfir lahu warhamhu wa 'afihi wa'fu anhu," pungkas Wagub DKI.

Dikabarkan jika Anton Medan memiliki riwayat penyakit dan sempat dalam kondisi kurang sehat. Ia mengidap diabetes yang diderita sudah cukup lama.

Diketahui masa kelam seorang Anton Medan sangat dikenal dengan banyaknya tuduhan terhadapnya pada kerusuhan tahun 1998 lalu. Ia pun sempat dijadikan kambing hitam pada masa itu. Kini pria yang memiliki rumah ibadah yang diberi nama Masjid Jami' Tan Hok Liang. Masjid itu terletak di areal Pondok Pesantren At-Ta'ibin, Pondok Rajeg, Cibinong.

Anton mengaku dirinya semula merupakan penganut agama Buddha, lalu beralih ke Kristen dan akhirnya Islam. Sebelum masuk Islam, Anton dibesarkan di tengah-tengah politik gelap Indonesia. Itu selama pemerintahan Orde Baru Suharto ketika preman digunakan dalam politik, bisnis dan instansi pemerintah.

Informasi yang diterima Redaksi dari anak keenam almarhum Anton Medan, Delly Viki Ramdani. Jika ayahnya akan dikebumikan hari ini, Selasa 16 Maret 2021 di samping masjid kompleks Pondok Pesantren At Taibin. Bahkan saat ini keluarga Anton Medan masih menunggu anak-anaknya pulang untuk melihat ayahandanya terakhir kali.

Selamat Jalan Anton Medan..!.

Penulis : Damian

Editor : Fritz V Wongkar

AJI