Sharing Lintas Benua, MilenialFest dan PPI Belgia Gelar MilenialHub

Sharing Lintas Benua, MilenialFest dan PPI Belgia Gelar MilenialHub
INT.

KabarJakarta.com -- Gagasan brilian yang ditelurkan diaspora Indonesia di luar negeri seringkali tidak terdengar hingga ke tanah air. Begitu pula sebaliknya, inisiatif - inisiatif kebaikan dari Indonesia terkadang tidak mampu menjangkau batas benua dan samudera. Padahal, pertukaran gagasan tersebut mendorong lahirnya inspirasi yang dibutuhkan untuk pembangunan SDM. 

Berangkat dari hal tersebut, sekelompok anak muda dari MilenialFest dan diaspora Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belgia menyelenggarakan MilenialHub. Sesuai namanya, MilenialHub akan menjadi penghubung (hub) gagasan dari local heroes (individu gemilang di masing - masing negara) dengan global talents (mereka yang telah memiliki rekam jejak atau pengakuan global). 

MilenialHub dapat diikuti oleh masyarakat luas melalui sambungan daring pada Minggu, 17 April 2021 mulai pukul 14.00 hingga 17.30 WIB. Peserta terlebih dulu mendaftar melalui http://bit.ly/milenialhub2021. Pendaftaran tidak dikenakan biaya alias gratis. 

Topik yang akan dibahas melalui dua sesi talkshow di MilenialHub adalah, “Indonesian Global Talent”, dan “Local Creative Heroes”. Para pembicara di talk show tentang talenta global Indonesia adalah Komisaris Utama Telkomsel Wishnutama, Program Manager Google Asia Pacific Andari Gusman, dan Associate Professor di KU Leuven Belgia Tegoeh Tjahjowidodo. 

Sementara, pada talkshow tentang sosok lokal di industri kreatif adalah Ketua IdEA/VP Bukalapak Bima Laga, CEO Vokraf Fina Silmi Febriyani, CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, dan Country Manager Too Good to Go Belgium Franco Prontera.

Selain itu, akan ada Inspiring session dari Menteri BUMN Erick Thohir yang membahas pemulihan ekonomi nasional, dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang mengulas perdagangan di era digitalisasi. Acara akan dibuka oleh Ketua PPI Belgia Nadya Immanuella, Chairman MilenialFest Danial Iskandar, dan Duta Besar RI untuk Belgia dan EU H.E. Andri Hadi. 

“Ide mengenai MilenialHub ini sudah lama kami impikan dan disambut baik oleh rekan - rekan di PPI Belgia. Apalagi, di Belgia, Indonesia memiliki talenta - talenta gemilang yang punya track record dan pengalaman menangani isu - isu lokal dan global.  Acara ini juga bentuk dukungan dan kontribusi konkret kepada pemerintah dan berbagai stakeholders yang concern dalam pembangunan sumber daya manusia,” ungkap CEO MilenialFest Danial Iskandar. 

Sementara itu, Ketua PPI Belgia Nadya Immanuella menyatakan, “MilenialHub memberi kawan - kawan di Belgia rasa nostalgia karena bertemu wajah - wajah Indonesia dan terutama menyimak wawasan yang akan dibagi oleh sosok - sosok hebat di tanah air. Kami juga mengajak segenap keluarga besar diaspora Indonesia di luar negeri lewat PPI Dunia untuk ikut urun - rembuk dalam forum ini nantinya. Harapannya acara ini dapat menjadi pemantik semangat bagi generasi muda Indonesia untuk terus berkarya untuk  Indonesia baik di level nasional maupun internasional."” 

Pelaksanaan MilenialHub seri perdana ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Karena itu, pada permulaan acara, akan ada sharing tentang pengalaman Ramadan di Belgia dari mahasiswa Indonesia di sana, yakni mahasiswa Business Administration di KU Leuven Rania Zhahirah dan mahasiswa master di Faculty of Engineering Technology KU Leuven Basyiruddin Qory Wicaksono. 

“Ramadan kita sambut dengan tetap produktif. Justru di momen Ramadan ini, teman - teman di MilenialFest dan PPI Belgia ingin ikut jadi pelopor anak muda yang menjadi penggerak produktivitas dalam menimba wawasan dan wisdom,” tutup Danial. 

Tentang MilenialHub

MilenialHub adalah program kerja sama antara MilenialFest dengan perkumpulan pelajar Indonesia di luar negeri maupun dengan komunitas berbasis anak muda lainnya. Pada seri pertama, MilenialHub bekerja sama dengan PPI Belgia dan menghadirkan sesi talkshow dan inspiring speech, tempat bertemunya gagasan lokal yang berwawasan global. 

Penulis : Redaksi

Editor : Fritz V Wongkar

AJI