Kabar JakartaNews With Data

MK3SS: SMA Swasta Nyaris Gulung Tikar

  • Rubrik : Peristiwa
  • Penulis : Hendra N. Arthur
  • Terbit : Terbit 2/1/18
MK3SS: SMA Swasta Nyaris Gulung Tikar

KabarMakassar.com --- Ketua Musyawarah Kelompok Kerja SMA Swasta (MK3SS) Wilayah Makassar, Patahuddin mengaku sejumlah sekolah swasta di Makassar nyaris gulung tikar disebabkan regulasi pemerintah pusat yang belum berpihak ke sekolah swasta.

Dia menyampaikan apresiasi kepada Disdik Provinsi Sulsel melalui kebijakan pendidikan Gubernur Syahrul Yasin Limpo yang berpihak ke pihak swasta.

"Kami menyampaikan pada penerimaan siswa tahun ajaran baru 2017/2018 luar biasa perkembanganya. Ini menyelamatkan sekolah swasta dari gulung tikar," ungkapnya dalam Musyawarah Kelompok Kerja SMA Swasta (MK3SS) Wilayah Makassar di Gedung Guru Yusuf Kalla Dinas Pendidikan Sulsel, Rabu 13 Desember 2017.

Kebijakan yang dikeluarkan berupa mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk siswa SMA/SMK se-Sulsel ini, lanjutnya telah menyelamatkan sejumlah sekolah swasta dari ancaman gulung tikar.

Patahuddin menjelaskan jumlah siswa di Kota Makassar saat ini mencapai 11.256 siswa, naik signifikan dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 6000-an siswa. "Jadi naik hampir 100 persen karena penerimaan yang penuh integritas," ujarnya.

Di Makassar sendiri, lanjutnya terdapat 105 SMA swasta yang dikelola Yayasan Pendidikan dengan jumlah siswa sebanyak 11.000 orang lebih di luar sekolah kejuruan.

Dia juga meminta perhatian kepada pemprov untuk memperhatikan kesejahteraan guru honerer. Guru honerer Makassar saat ini berjumlah 872 orang, guru negeri 119 orang, guru yayasan 316 orang dengan jumlah guru 1307 orang.

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam sambutannya mengatakan, peran sekolah swasta sangat penting dan strategis, terutama dalam membantu pemenuhan kebutuhan pendidikan masyarakat.

"Sangat strategis, bahkan bebannya lebih tinggi dari sekolah negeri, kemampuan serap jumlah siswa juga semakin bertambah," kata Syahrul YL.

Untuk itu, maka perlu didorong mengambil peranan yang lebih besar sesuai yang diharapkan.

Sekolah swasta menurut SYL, lebih memiliki kelonggaran untuk melakukan kreasi dan peranan, namun tetap harus dalam koridor peraturan pemerintah.

Dia juga berharap sekolah swasta bahkan bisa lebih baik dari sekolah negeri. Di luar negeri disebutkan oleh gubernur dua periode ini bahkan lebih baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan Irman Yasin Limpo menyebutkan jumlah sekolah swasta, SLB dan SMK se-Sulsel kini telah berjumlah 586, dengan jumlah siswa 37.200 siswa.

Pada kesempatan ini SYL juga meraih penghargaan pendidikan Ing Karso Sung Tolodo atas dedikasi dan kepedulian membina dan mengembangkan perguruan swasta.

Nur Marwah Yuwa