Kabar JakartaNews With Data

Kreatifitas Murid SD Ini Jadi Inspirasi Seniman Makassar

Anak Indonesia

  • Rubrik : Gaya Hidup
  • Penulis : Nur Marwah
  • Terbit : 2 pekan, 5 hari lalu
Kreatifitas Murid SD Ini Jadi Inspirasi Seniman Makassar
[Foto: Rusdin Tompo]

KabarMakassar.com --- Murid SDN Kompleks Sambung Jawa Bikin Mobil-mobilan dari Barang Bekas Anak-anak dan mainan bagaikan dua sisi dari keping mata uang.

Boleh dikata, dunia anak adalah dunia bermain. Tentu saja, akan lebih menggembirakan jika mainan itu dibuat sendiri oleh mereka.

Apalagi jika dibuat dari bahan daur ulang. Membuat mainan sendiri dari barang bekas merupakan kegiatan yang dilakukan puluhan murid SDN Kompleks Sambung Jawa (KoSamJa), Sabtu, 3 Februari 2018.

Begitu bel pulang berbunyi, beberapa anak dari kelas 5 menuju ke satu ruangan di lantai 2 sekolahnya. Mereka duduk di kursi yang ditata berbentuk huruf U. Sebagian lagi melantai.

Di depannya tergelar kotak-kotak bekas minuman yang akan disulap jadi mainan.

Ada juga pipet, penutup minuman, tusuk sate, gunting, cutter dan lem tembak.

Sebelum dibimbing membuat mainan oleh perupa Zaenal Beta, anak-anak diajarkan lagu "10 Hak Anak" oleh Rusdin Tompo.

Beginilah cara memperkenalkan hak-hak anak sembari mereka berkreasi membuat prakarya.

Zaenal Beta lalu mengambil kotak minuman dan mulai memberi petunjuk cara membuat mobil-mobilan.

Mula-mula salah satu sisi kotak diberi tanda untuk dipotong hingga membentuk kaca mobil. Ia lalu meminta anak-anak mengikuti apa yang dilakukannya.

"Begini om Zaenal," tanya seorang anak. "Iye, potong yang lurus na, biar rapi," kata pelukis tanah liat itu memberi petunjuk.

Kemudian tutup botol dilubangi tepat di bagian tengah. Tutup botol ini dibuat sebagai ban atau roda mobil.

Masing-masing tutup botol dihubungkan dengan tusuk sate yang dimasukkan ke dalam pipet. Begitu mencoba, tidak semua anak lancar melakukannya.

Ada yang tusuk satenya patah, ada yang kesulitan melubangi dos minuman. Namun mereka tak putus asa. Terus saja mencoba, meski irisannya tak rata.

Beberapa anak berhasil membuat mobil-mobilan sederhana ini.

Kepala SDN Kompleks Sambung Jawa, Fahmawati, mengatakan bahwa kegiatan membuat kerajinan tangan dari benda daur ulang ini untuk memotivasi murid-murid agar kreatif, tekun dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Sebagai Sekolah Adiwiyata, kami berusaha menanamkan semangat menjaga lingkungan hidup dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.

"Jadi anak-anak bukan hanya didoktrin agar menjaga lingkungan, tapi mempraktikkan cara yang kreatif mengelola sampah yang bisa berdampak pada lingkungan," paparnya.

Anak-anak tampaknya gembira mengikuti sesi ini. Karena mereka bisa membawa pulang mainan mobil-mobilan karya sendri. (*)