Kabar JakartaNews With Data

Ensemble Gitar Klasik Indonesia Panen Gelar di Jepang

  • Rubrik : Internasional
  • Penulis : Hendra N. Arthur
  • Terbit : 4 pekan lalu
Ensemble Gitar Klasik Indonesia Panen Gelar di Jepang
Nocturnal Guitar Quartet asal Indonesia dari Yogyakarta tengah mengikuti kejuaraan Japan International Ensemble Guitar Festival (JIEGF) 30th 2018 di Jepang, 24/8/2018. [Dok.KJ]

KabarJakarta.com --- Gitaris-gitaris muda Indonesia dari Yogyakarta berhasil memborong seluruh gelar pada Japan International Ensemble Guitar Festival (JIEGF) 30th 2018 di Jepang, 24 Agustus 2018. 

Musisi-musisi yang tergabung dalam empat (4) ensemble gitar yaitu Nocturnal Guitar Quartet, Duo Rocky, Duo Nabita dan Duo Anantara mewakili Indonesia untuk pertama kalinya sejak 30 tahun JIEGF ini diselenggarakan.

Pada tanggal 24 Juni 2018, pukul 19.00 waktu Tokyo, diumumkan hasil kompetisi JIEGF ke-30 tersebut Duo Rocky berhasil menjadi juara 1 (pertama) sekaligus meraih Best Duo. Nocturnal Guitar Quartet berhasil meraih juara 3 (tiga) dan memenangkan Harumi Award, yakni Excellent Performance of a Modern Guitar Piece. Nabita Guitar Duo berhasil merebut Best Student Award. 

Keempat kelompok ensemble ini tergabung dalam komunitas Indonesia Classical Guitar Collective. Mereka adalah gitaris-gitaris muda berprestasi dan sudah menunjukkan kebolehannya di berbagai kompetisi di tingkat nasional maupun regional. 

Empat ensemble gitar:

1. Nocturnal Guitar Quartet:
    a. Gita Puspita Asri (perempuan, 23 tahun)
    b. Roby Handoyo (laki-laki, 24 tahun)
    c. Adi Suprayogi (laki-laki, 25 tahun)
    d. Vaizal Andrians (laki-laki, 24 tahun)

2. Duo Rocky:
    a. Yosua Julian Dwi Cahyo (laki-laki, 20 tahun)
    b. T.A. Ajie Batara (laki-laki, 20 tahun)

3. Nabita Guitar Duo:
    a. Nabila Rifda Alfiani (perempuan, 19 tahun)
    b. Tabita Trisanta (perempuan, 19 tahun)

4. Duo Anantara:
    a. Diandra Aruna Mahira (perempuan, 13 tahun)
    b. Rahmat Raharjo (laki-laki, 43 tahun)

Padahal diketahui dalam tiga dekade terakhir, dunia gitar Indonesia belum mampu menunjukkan prestasi memuaskan dalam kancah gitar klasik dunia.

Ketertinggalan Indonesia dari negara Asia lainnya seperti Thailand, Vietnam dan Malaysia, menggugah para pemain gitar nasional untuk bangkit dan berjaya kembali di kompetisi dunia dan Asia pada khususnya.Dalam upaya mengangkat kembali daya tarik gitar klasik di Indonesia, adalah sebuah kebanggaan bagi Indonesia memiliki musisi muda gitar klasik yang bisa bersaing di kancah internasional. 

Japan International Ensemble Guitar Festival (JIEGF) 30th 2018 merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh Japan Guitar Ensemble Association dalam bentuk kompetisi, lokakarya dan festival yang mengundang grup gitar ensemble dari berbagai negara.

JIEGF telah menjadi tolak ukur bagi perkembangan musik gitar klasik khususnya Asia. Sebagai ajang yang sangat bergengsi, khususnya bagi ensemble gitar klasik di tingkat Asia, JIEGF menjadi barometer para musisi klasik di tingkat Asia dan juga merupakan kesempatan yang baik untuk memperkenalkan musisi dan gitaris Indonesia terbaik khususnya gitar klasik. 

Seusai perlombaan ini mereka akan menggelar konser kebudayaan dalam rangka 60 tahun hubungan bilateral Indonesia-Jepang di National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS) di Tokyo tanggal 27 Juni mendatang. Selain itu, sebuah konser kepulangan akan digelar di Yogyakarta pada tanggal 18 Juli 2018 mendatang. 

Prestasi membanggakan ini sekaligus membawa nama Indonesia masuk dalam peta gitar klasik Asia dan tidak lepas dari kerja keras tim. Mereka telah mempersiapkan keberangkatan ini sejak 6 bulan yang lalu dengan skema latihan mingguan dan konser ujicoba.

Konser ujicoba pertama dilakukan di The Japan Foundation Jakarta 27 April 2018. Konser ujicoba ke-2 dilakukan di Universitas Sebelas Maret Surakarta bekerja sama dengan Voca Erudita 11 Mei lalu. 

Berbagai pihak turut mendukung keikutsertaan ke-empat ensemble tersebut sebagai satu kontingen Indonesia. Sponsor mereka terdiri dari Pemerintah yakni Badan Ekonomi Kreatif dan Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 2 FM beberapa BUMN yakni Garuda Indonesia, RNI, dan Phapros serta pihak swasta seperti Toba Bara, Adimitra Baratama Nusantara, Sekar Lima, Jojonomic dan lembaga The Japan Foundation Jakarta.

Dukungan dari berbagai pihak untuk musisi-musisi muda Indonesia seperti ini sangat diharapkan agar mereka dapat berkompetisi dan berkarya di kancah internasional. Dan gitar klasik Indonesia diharapkan bisa semakin berkembang di dalam dan luar negeri.