Kabar JakartaNews With Data

OPINI: Halte Trans Jakarta Memprihatinkan

Oleh: Alois Wisnuhardana

  • Rubrik : Nasional
  • Penulis : Hendra N. Arthur
  • Terbit : 2 pekan, 1 hari lalu
OPINI: Halte Trans Jakarta Memprihatinkan
[Foto: Alois Wisnuhardana

KabarJakarta.com --- Sudah lebih dari setengah tahun ini saya beralih total menjadi pengguna angkutan umum Trans Jakarta. Selain lebih cepat, waktu dan energi tidak banyak terbuang. Di atas bus, saya masih bisa membalas email, WA, atau menulis catatan.

Belum lagi soal pengeluaran. Dengan Transjakarta, hanya butuh beberapa puluh ribu untuk memindahkan saya dari rumah ke kantor dan sebaliknya. Dengan mobil pribadi, pasti butuh tiga sampai empat kali lipat.

Ditambah lagi, jika membawa mobil, mau bertemu orang untuk urusan pekerjaan atau teman untuk sekadar ngopi, pasti sudah capek mikirin parkir dan kemacetan jalanan.

Sayangnya, layanan transportasi massal ini belakangan agak kurang terjaga. Halte-halte kurang terawat maksimal, bahkan untuk urusan paling standar: penerangan. Padahal, penerangan sangat penting untuk keamanan dan keselamatan para penggunanya. Suasana halte benar-benar terasa muram.

Biasanya, saya banyak naik turun dari Halte Monas, Tosari, Sarinah, atau GBK untuk beragam urusan. Naik dan turun.

Foto-foto ini saya ambil awal Juli 2018. Semuanya ada di jalur Koridor I. Ini adalah jalur utama dan pertama transportasi masal di Jakarta.

Halte Tosari, ketika saya potret lampu penerangannya mati. Halte yang lain, jalur penghubung jembatan lampunya gelap gulita. Sangat kondusif memunculkan tindak kejahatan.

Di Halte Monas, mesin penjaga/penghitung penumpang sudah error berbulan-bulan. Orang hanya bisa menggunakan satu lintasan.

Yang paling ajaib, tentu saja di Terminal Blok M. Di setiap jalurnya, terdapat gerobak kelontong yang berdiri menjorok mengokupasi jalan lalu-lalang orang. Pada jam-jam sibuk, orang berdempet-dempetan meluber ke jalan, dengan risiko tersambar bus yang melintas.

Gerobak ini, setahu saya sudah ada di situ saat saya mulai beralih menggunakan transportasi umum ini.

Mudah-mudahan segera ada perbaikan. Saya mengingatkan supaya layanan umum ini tetap nyaman digunakan dan tidak memakan korban, terutama kriminalitas. (*)