OJK Dorong Program Pengembangan Pembiayaan Berkelanjutan

Program Implementasi dari Komitmen IMF dan World Bank Meeting

 OJK Dorong Program Pengembangan Pembiayaan Berkelanjutan
OJK/ilustrasi

KabarJakarta.com--Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus mendorong program pengembangan pembiayaan berkelanjutan untuk mengarahkan pembangunan yang peduli dampak lingkungan dan sosial masyarakat. Hal ini merupakan implementasi dari Komitmen IMF dan World Bank Meeting mengenai pengembangan pembiayaan berkelanjutan.

"OJK akan melakukan pendalaman pasar keuangan melalui penciptaan produk keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang perhatikan dampak sosial dan lingkungan," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam keterangan yang diterima, Senin (15/4).

Bagi negara berkembang seperti Indonesia, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi sangat penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, antara lain dengan membangun infrastruktur di berbagai daerah.

Namun demikian, pembangunan infrastruktur yang masif ini harus memperhatikan dampak lingkungan dan sosial masyarakat agar tidak menimbukan permasalahan sosial di kemudian hari. "Untuk itu, pembangunan infrastruktur suatu negara harus sejalan dengan upaya pencapaian sustainable development goals," imbuh Wimboh.

Menurutnya, industri jasa keuangan memiliki peran penting untuk menyediakan pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui instrumen keuangan berbasis sustainable atau green financing, sehingga pembangunan infrastruktur dapat dilakukan dalam koridor ramah lingkungan dan sosial. 

Sejumlah hal yang perlu dilakukan untuk mendorong berkembangnya sustainable finance diantaranya tersedianya program yang sistematis dan masif untuk memastikan kepedulian di semua pemangku kepentingan.

Lalu kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, ekosistem yang semakin lengkap, serta komitmen dari komunitas global untuk membantu negara-negara berkembang dalam menyediakan ekosistem yang dibutuhkan.

Dia melanjutkan, dalam konteks pengembangan sustainable finance ini, OJK dalam tiga tahun terakhir ini telah melakukan berbagai hal seperti, menyusun roadmap sustainable finance, menyediakan kerangka regulasi bagi pembiayaan berkelanjutan, penerbitan green bonds/sukuk, sosialisasi dan peningkatan kapasitas pelaku di industri keuangan dengan dukungan dari International Finance Corporation (IFC) dan Sustainable Banking Network (SBN).

Adapun tahun ini IFC berkomitmen untuk masuk pasar green bonds Indonesia senilai USD1,5 miliar. Paska pertemuan tahunan Bank Dunia dan IMF di Bali tahun lalu, lanjut dia, Indonesia mendapatkan dukungan dari para pemangku kepentingan global untuk mengembangkan program sustainable finance di Indonesia.

Dengan dukungan besar dari Tri Hita, Indonesia telah berhasil mendapatkan dana USD2,46 miliar sebagai komitmen untuk membiayai 31 proyek melalui skema pembiayaan campuran, dari berbagai pemangku kepentingan domestik dan global. Dari 31 proyek tersebut, 6 proyek baru saja selesai pada tahun 2018, sementara paling tidak 7 proyek akan direalisasikan tahun ini.

Penulis : Agi Aksara

Editor : Redaksi