BNI Syariah Targetkan Pembukaan Rekening Online Akhir 2019

Target pembukaan rekening

BNI Syariah Targetkan Pembukaan Rekening Online Akhir 2019
BNI Syariah/ilustrasi

KabarJakarta.com--BNI Syariah menargetkan pembukaan rekening online di kuartal IV-2019. Melalui pembukaan rekening online ini, masyarakat tidak perlu harus datang ke kantor cabang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan gaya hidup modern dan serba mobile. 

"Pembukaan rekening online merupakan salah satu strategi yang dilakukan BNI Syariah untuk meningkatkan layanan di era digital," ujar Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah, Wahyu Avianto dalam keterangan yang diterima, Jakarta, Sabtu (20/4).

Dengan pembukaan rekening melalui online, kata Wahyu, masyarakat bisa menikmati layanan perbankan syariah dengan lebih produktif dan efisien.

Wahyu menambahkan, pembukaan rekening secara online merupakan opsi tambahan dari layanan pembukaan rekening melalui kantor cabang yang saat ini sudah berjalan. "Sistem pembukaan rekening online ditargetkan bisa meningkatkan akuisisi nasabah baru sebanyak 150 rekening per hari," terangnya.

Dirinya berharap, pembukaan rekening secara online ini bisa menjadi salah satu opsi channel untuk menambah jumlah nasabah baru. BNI Syariah berharap nantinya 20% pembukaan rekening bisa dilayani secara digital.

Selain pembukaan secara online, perseroan juga telah memberikan layanan akses mudah, cepat, dan prudent bagi nasabah yang ingin melakukan pembukaan rekening melalui SCO (Sharia Channeling Office) yang terintegrasi dengan BNI. Saat ini, layanan BNI Syariah dapat dijangkau di lebih dari 1.500 SCO kantor BNI Seluruh Indonesia.

Selain pembukaan rekening, layanan yang diberikan kepada nasabah di SCO, diantaranya pembukaan rekening tabungan, pembukaan deposito, giro dan aktivasi layanan e-channel (Mobile banking, internet banking, sms banking), serta pengajuan aplikasi kartu pembiayaan BNI IB Hasanah Card.

Adapun dalam rangka mendukung transformasi digital, BNI Syariah juga terus mengembangkan SDM dan infrastruktur baik perangkat keras maupun lunak. BNI Syariah juga berkolaborasi dengan Fintech Syariah, seperti PT Ammana Fintek Syariah untuk memberikan solusi Digital Wakaf yang bertujuan mendorong partisipasi masyarakat terhadap wakaf produktif.

Selain itu, BNI Syariah juga merupakan anggota AFSI (Asosiasi Fintech Syariah Indonesia) sekaligus mensupport kebutuhan penggunaan fitur-fitur payment atau transfer bank yang digunakan oleh para startup dan fintech.

Adapun sampai akhir 2018 lalu, jumlah nasabah BNI Syariah sebesar 3 juta. Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah mencapai Rp35,50 triliun atau tumbuh 20,82% (yoy).

"Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 11,6%. Komposisi Dana Pihak Ketiga tersebut didominasi oleh dana murah yang mencapai 55,82%," ujarnya.

Penulis : Agi Aksara

Editor : Redaksi